Epedimiolog : PTM 100 Persen di Jakarta dan Sekitarnya Sebaiknya Dihentikan Dulu

Sebabnya, varian omicron tak hanya rawan bagi para lansia dengan penyakit komorbid, tetapi juga bagi anak-anak.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
ADEK BERRY/AFP
SEKOLAH - Pelajar di Jakarta mulai mengikuti pembelajaran tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2021/2022, Senin (3/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Gelombang ketiga pandemi Covid-19 tengah melanda Indonesia.

Kasus harian Covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir sangat tinggi.

Bahkan pada Selasa (1/2/2022) kemarin, total ada 16.021 kasus baru dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Wilayah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 paling tinggi adalah di Jakarta dan sekitarnya.

Di tengah melonjaknya kasus Covid-19, pemerintah daerah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Masih diterapkannya PTM 100 persen di sejumlah wilayah ini mendapatkan respon dari Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman.

Dia menyarankan agar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Jakarta dan sekitarnya dihentikan sementara.

Sebabnya, varian omicron tak hanya rawan bagi para lansia dengan penyakit komorbid, tetapi juga bagi anak-anak.

"Omicron rawan bukan hanya untuk lansia, tapi juga anak-anak, khususnya yang di bawah 5 tahun. Ini serius. Makanya saya selalu bicara untuk berhentikan PTM karena kita harus meminimalisir kasus," ujar Dicky seperti yang dikutio Tribunjogja.com dari Kompas.com.

Baca juga: Puluhan Pegawai di DPR Positif Covid-19, Ruang Pimpinan, Komisi 1,MKD Dilockdown

Baca juga: PTM di Kota Yogya Kembali Digelar 50 Persen, Siswa Sedih

Karena itu Dicky meminta semua pihak terkait segera melakukan langkah taktis untuk mengurangi penambahan kasus.

Salah satunya adalah menghentikan PTM 100 persen sementara.

Menurut dia saat ini pilihan terbaik bagi siswa, guru, dan orang tua adalah kembali melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Jadi yang harus dilakukan saat ini adalah meminimalisir kasus secepatnya bagaimanapun caranya, harus dilakukan," lanjut Dicky.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza mengatakan, Pemprov DKI akan melakukan rapat untuk membahas kebijakan terkait pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved