Berita Kota Magelang Hari Ini

Status PPKM di Kota Magelang Naik ke Level 2, Pelaksanaan PTM Penuh Terpaksa Ditunda

Adanya kenaikan level status PPKM  di Kota Magelang menjadi level 2 berimbas pada rencana penyelenggaraan PTM penuh secara serentak

ISTIMEWA
Ilustrasi Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Adanya kenaikan level status PPKM di Kota Magelang menjadi level 2 berimbas pada rencana penyelenggaraan PTM penuh secara serentak pada Februari 2022.

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz menegaskan, pihaknya belum bisa membuka PTM penuh dalam waktu dekat ini.

"Tidak bisa (melaksanakan PTM penuh), tetap masuknya PTM terbatas atau 50 persen. Apalagi keadaanya terjadi kenaikan level. Kemarin, memang direncanakan buka pada akhir Januari ternyata angka kasus Covid-19 mengalami kenaiakan," ucapnya pada Selasa (01/02/2022).

Baca juga: Hampir 7.000 Penumpang Memadati Yogyakarta International Airport Saat Libur Terakhir Imlek 2022

Di samping itu, meskipun gelaran PTM penuh belum bisa dilaksanakan. Pihaknya tetap akan mengejar pelaksanaan uji petik (tes acak) di sekolah-sekolah.

Mengingat pelaksanaan tracking di wilayahnya masih rendah yang menjadi salah satu tolak ukur terjadinya kenaikan status level PPKM.

"Uji petik terus ditingkatkan segera, karena dari pusat masih dianggap kurang (pelaksanaan trackingnya). Target kami, uji petik dalam sehari bisa menyasar 10 hingga 20 sekolah," ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dam Kebudayaan, Papa Riyadi mengatakan, pelaksanaan PTM penuh tetap akan mengikuti instruksi dari Pemerintah Kota Magelang.

"Sebenarnya sesuai SKB 4 Menteri, pelaksanaan  PTM penuh di Kota Magelang sudah memenuhi persyaratan. Hanya saja, memang Pak Wali Kota penuh dengan kehati-hatian jangan sampai nanti menimbulkan gelombang ketiga dalam pandemi," tuturnya.

Ia menambahkan, sebenarnya uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka sudah dilakukan sejak Sepetember tahun lalu.

Hanya saja, masih mengusung pembejaran tatap muka terbatas dengan kuota maksimal 50 persen.

"Selama uji coba pertama hingga ketiga, semuanya lancar setelah dilakukan evaluasi. Akhirnya, Januari kemarin masih PTM terbatas dan Februari ini rencananya akan dibuka penuh. Namun, karena situasinya seperti ini ditunda lagi. Ya, harapannya ke depan levelnya bisa membaik lagi," ujarnya.

Sementara itu, pihaknya pun mendukung penuh dilakukannya peningkatan uji petik di sekolah-sekolah. Sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan.

Baca juga: Kronologi Ditemukannya Tubuh Seorang Nenek di Bantul yang Tercebur ke dalam Sumur

"Ya, perlu ditingkatkan uji petik meskipun pelaksanaannya selama ini sudah berjalan lancar,"ungkapnya.

Sementara itu, skema aturan pelaksanaan PTM terbatas akan diserahkan ke masing-masing sekolah.

Menurutnya,  instansi sekolah yang paling mengetahui kemampuan dan kebutuhan para peserta didiknya.

"Itu (aturan PTM terbatas) kami kembalikan ke sekolah masing-masing. Boleh dibuat per- sif, satu hari masuk satu hari tidak, atau sebagiannya lagi melaksanakan pembelajarab jarak jauh. Itu, menjadi kewenangan sekolah," tandasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved