Berita Klaten Hari Ini
Diklaim Bisa Bikin Hemat Kertas, Pemkab Klaten Luncurkan Aplikasi Srikandi
Dengan penggunaan Srikandi ini, pemerintah setempat berharap dapat menghemat pemakaian kertas serta mempercepat digitalisasi dokumen pemerintahan.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemkab Klaten , Jawa Tengah melalui Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan setempat kini memiliki Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau disingkat Srikandi .
Bersamaan dengan penggunaan Srikandi ini, pemerintah setempat berharap dapat menghemat pemakaian kertas serta mempercepat digitalisasi dokumen pemerintahan.
Adapun peluncuran aplikasi ini dilakukan di Pendopo Pemkab Klaten , oleh Bupati Klaten Sri Mulyani didampingi Wakil Bupati Yoga Hardaya, Senin (31/1/2022).
Bupati Klaten , Sri Mulyani mengatakan Srikandi itu merupakan sebuah terobosan dan inovasi kerja di Pemkab Klaten .
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kecamatan Jogonalan Klaten Ditutup 2 Hari
"Penerapan Srikandi yang merupakan program nasional di Klaten menunjukkan bahwa kinerja Pemkab Klaten mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat," ucapnya.
Ia juga mendorong, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya yang ada di lingkungan Pemkab Klaten untuk segera berinovasi juga.
"Saya berharap semakin banyak inovasi yang dihasilkan oleh masing-masing OPD sehingga turut meningkatkan kinerja Pemkab Klaten menuju Klaten yang maju, mandiri, dan sejahtera," ucap Yani.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Klaten , Syahruna mengatakan dengan telah diresmikan Srikandi maka akan dilakukan migrasi kearsipan secara digital di seluruh OPD di Klaten .
"Hari ini Srikandi secara resmi dilaunching oleh Ibu Bupati, mulai hari ini juga semua dokumen pemerintahan di Pemkab Klaten menggunakan Srikandi . Semua dokumen dapat diakses secara digital," ucapnya.
Baca juga: Jumlah PNS yang Pensiun dan Diterima di Lingkungan Pemkab Klaten Tak Sebanding
Menurutnya dengan penerapan Srikandi bukan hanya menertibkan dokumentasi arsip pemerintahan, namun juga mempercepat distribusi dokumen antar OPD termasuk dari masing-masing kecamatan.
Ke depan, sistem tersebut akan terintegrasi dengan Tanda Tangan Elektronik (TTE).
"Saat ini masih menggunakan tanda tangan manual, jika sudah menggunakan TTE, semua dokumen akan tersedia dalam format digital," paparnya.
Tidak hanya lebih aman, Syahruna menjelaskan dengan adanya Srikandi akan menghemat anggaran alat tulis kantor hingga biaya distribusi surat.
Sehingga diharapkan kinerja Pemkab Klaten akan semakin efisien dan akuntabel. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Diklaim-Bisa-Bikin-Hemat-Kertas-Pemkab-Klaten-Luncurkan-Aplikasi-Srikandi.jpg)