Breaking News:

Buka Penjaringan Bakal Caleg, Partai Ummat DIY Tegaskan Tidak Ada Mahar Politik 

DPW Partai Ummat DIY lebih awal memulai persiapan untuk menyongsong Pemilu 2024 dengan membuka penjaringan bakal calon legislatif.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Azka Ramadhan
Jajaran DPW Partai Ummat DIY, saat mengumumkan pembukaan penjaringan bakal caleg di kantor sekretariat setempat, Kota Yogyakarta, Selasa (25/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DPW Partai Ummat DIY lebih awal memulai persiapan untuk menyongsong Pemilu 2024 dengan membuka penjaringan bakal calon legislatif.

Dalam langkah tersebut, parpol anyar yang didirikan politikus senior Amien Rais ini menegaskan, tidak ada mahar bagi siapapun yang ingin maju. 

Ketua Tim Adhock Pencalegan DPW Partai Ummat DIY, Iriawan Argo Widodo menyampaikan, penjaringan ditempuh untuk semua tingkatan legislatif, baik provinsi, maupun kota kabupaten.

Menurutnya, selama memenuhi syarat, warga masyarakat pun dipersilakan ikut ambil bagian. 

"Karena Partai Ummat adalah partai ideologis, maka bakal calon harus memiliki kesamaan pandangan politis, ideologis sesuai garis perjuangan partai. Pendaftaran dibuka sampai 28 Februari 2022," tandasnya, Selasa (25/1/2022). 

Baca juga: Pengurus Partai Ummat di DIY Siap Dikukuhkan, Diisi Jebolan Parpol Islam Lain 

Baca juga: Pengurus Partai Ummat di DIY Siap Dikukuhkan, Diisi Jebolan Parpol Islam Lain 

Selain seleksi umum untuk publik, penjaringan digulirkan pula melalui jalur pendekatan secara perseonal, pada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kapasitas sebagai wakil rakyat.

Sementara dari internal partai sendiri, ia menandaskan, sudah banyak yang berminat jadi bakal caleg

"Khususnya, tokoh-tokoh yang belum gabung partai politik. Tapi, kalau ada dari partai lain ingin bergabung, karena ada kesamaan visi dan misi berjuang dengan Ummat, kami dengan terbuka menerima, ya," tegas Iriawan. 

Sementara, Ketua Divisi Rekruitmen Bacaleg DPW Partai Ummat DIY, Arnabun menandaskan prosentase 30 persen caleg dari kalangan perempuan tak luput dari perhatian.

Tetapi, ia menegaskan, perempuan yang nantinya akan diusung Partai Ummat, wajib berkompetensi. 

"Harus punya intelektualitas, meski bukan berarti harus S1 atau S2. Jadi, dapat memahami persoalan di dapilnya, agar keterwakilan perempuan ini tidak sebatas jadi pelengkap, dan benar-benar bisa menyuarakan kepentingan rakyat, ataupun konstituennya," pungkasnya. (Tribunjogja)

 

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved