Pentingnya Persiapan Gizi dan Kesehatan Pranikah Bagi Calon Pengantin Wanita

Jika dalam 1000 hari pertama kehidupannya seseorang mendapatkan nutrisi yang optimal, maka kedepannya akan tumbuh menjadi manusia yang cerdas

Ist
Dr. Yhona Paratmanitya, S.Gz., Dietisien., MPH, Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata 

*Oleh: Dr. Yhona Paratmanitya, S.Gz., Dietisien., MPH, Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata


SALAH satu tahapan dalam kehidupan seorang wanita yang selalu dinanti dan dianggap spesial adalah pernikahan. Dalam menghadapi momen sakral tersebut, seringkali calon pengantin beserta keluarganya sudah melakukan berbagai persiapan sejak jauh-jauh hari.

Mulai dari persiapan lokasi acaranya, menentukan hidangan yang akan disajikan, bagaimana model baju pengantin yang akan digunakan, siapa make-up artist-nya, dan tidak sedikit pula yang sangat concern dalam menjaga berat badan demi penampilan yang ideal saat acara pernikahannya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan hal yang serupa bahwa dalam masa persiapan pernikahan terjadi peningkatan perhatian terhadap bentuk tubuh dan berat badan, terutama pada calon pengantin wanita. 

Terdapat satu hal penting yang seringkali terlupakan oleh para calon pengantin dalam masa sebelum pernikahan, yaitu mempersiapkan kondisi kesehatannya agar siap menjalani kehamilan yang sehat. Pada umumnya, pasangan yang baru saja menikah akan berencana untuk segera memiliki keturunan.

Oleh karena itu, sangatlah tepat jika seorang calon pengantin juga dianjurkan untuk mulai memperhatikan dan mempersiapkan kondisi kesehatannya sejak sebelum menikah menuju kehamilan yang sehat, termasuk anjuran untuk tidak terlalu berlebihan dalam membatasi asupan makannya, karena banyak yang ingin terlihat langsing saat acara pernikahannya sehingga melakukan “diet” yang cukup ekstrem.

Seperti yang telah dikemukakan oleh UNICEF, periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) seorang anak akan menentukan tumbuh kembangnya hingga dewasa nanti.

Periode 1000 HPK tersebut dimulai sejak masa kehamilan (270 hari dalam kandungan), hingga anak tersebut berusia 2 tahun (730 hari pada dua tahun pertama kehidupannya).

Jika dalam 1000 hari pertama kehidupannya seseorang mendapatkan nutrisi yang optimal, maka kedepannya akan tumbuh menjadi manusia yang cerdas, produktif dan berkualitas. 

Perlu disadari bahwa seorang wanita biasanya baru akan menyadari bahwa dirinya hamil ketika usia kandungan telah mencapai 4 minggu, yang ditandai dengan keterlambatan haid.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved