Ini Dia Calon Terkuat Penerus Tahta Raja Mangkunegaran Solo

Sosok yang menjadi calon terkuat sebagai KGPAA Mangkunegara X adalah GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TribunSolo.com/Fristin Intan
Putra KGPAA Mangkunegara IX, GPH Paundrakarna Sukma Putra, dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo 

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Jabatan raja Mangkunegaran sejak meninggalnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX  pada Jum'at (13/8/2021) silam hingga saat ini masih kosong.

Ada tiga kandidat yang berpeluang menjadi KGPAA Mangkunegara X.

Ketiga kandidat tersebut di antaranya GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan KRMH Roy Rahajasa Yamin.

Namun kabar terbaru, dari ketiga kandidat tersebut, saat ini sudah mengerucut kepada satu nama yang menjadi calon terkuat menjadi KGPAA Mangkunegara X untuk menduduki tahta istana Pura Mangkunegaran.

Sosok yang menjadi calon terkuat sebagai KGPAA Mangkunegara X adalah GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Menurut Wedana Satrio Pura Mangkunegaran KRMH Lilik Priarso Tirtodiningrat, pengerucutan nama GPH Bhre Cakrahutomo itu sudah pranata adat yang dianut.

"Suksesi nanti akan dipegang oleh putra kakung dari prameswari dalem," katanya, Senin (17/1/2022) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Tribunjateng.com.

Meski sudah mengerucut, namun GPH Bhre Cakrahutomo belum ditetapkan menjadi Mangkunegara X.

Pasalnya, harus ditentukan oleh kesepakatan bersama dari keluarga inti dan sederek dalem.

Dari hasil musyawarah itu, akan diputuskan sosok Mangkunegaran selanjutnya.

"Kita tetap memakai sistem menghargai musyawarah biar terjadi mufakat," ujarnya.

Setelah ada kesepakatan, selanjutnya akan dilakukan pengukuhan atau jumenengan.

Namun, Lilik belum bisa memastikan kapan musyawarah dan pengukuhan itu dilaksanakan.

"Kapan dan siapa bakunya ditunggu saja, semoga secepatnya. Yang jelas sekarang nama sudah mengerucut," ungkapnya.

Dia mengegaskan keluarga sudah memahami sejarah yang benar, sehingga tidak ada yang klaim.

"Beliau sudah memahami sejarah yang benar, ini bukan saya mendorong. Ini loh tatanannya, pastinya beliau sudah sepakat," pungkasnya.

Baca juga: Muncul Dukungan GPH Paundra jadi Raja dan GPH Bhre jadi Perdana Menteri Mangkunegaran

Diumumkan Januari

Raja Mangkunegara X penerus almarhum KGPAA IX akan diumumkan awal tahun 2022.

Kabar tersebut disampaikan langsung Wali Kota Solo Gibran Rakabuming.

Informasi itu diungkapkan Gibran setelah ditemui GPH Bhre Cakrahutomo Wirasudjiwo beberapa waktu lalu di Balai Kota Solo secara empat mata.

"Masih Januari kok, masih lama Januari pertengahan," kata dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (11/12/2021) lalu.

Saat disinggung apakah ada bocoran siapa penerus tahta di Pura Mangkunegaran, Gibran blak-blakan tak diberitahu.

"Enggak dikasih tahu (Raja barunya), lihat nanti pertengahan Januari," lanjutnya.

Gibran menjelaskan, jika sejauh ini proses suksesi di dalam Internal Pura Mangkunegaran tidak terkendala.

Bahkan dia berhubungan baik dengan tiga nama yang digadang sebagai calon penerus Mangkunegaran.

"Kita baik dengan semuanya, kita juga sudah pernah bertemu dengan Gusti Bhre, Gusti Paundra, dan Gusti Roy, ketemu siapa saja kita terima," jelas dia.

Dengan banyaknya kandidat itu, ia berharap pemilihan penerus Mangkunegaran berjalan dengan lancar dan baik.

"Kita kawal terus (suksesi) Mangkunegaran sampai selesai," terangnya.

Kata Pengamat Budaya

Suksesi di Pura Mangkunegaran masih menjadi pembicaraan hangat saat ini.

Saat ini ada tiga nama yang muncul yakni putra KGPAA Mangkunegara IX GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, serta cucu Raja Mangkunegara VIII yakni KRMH Roy Rahajasa Yamin.

Pengamat Sejarah, Raden Surojo mengatakan, melihat rekaman sejarah pola suksesi di Pura Mangkunegaran berbeda jauh dengan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Di mana di keraton, harus sesuai garis keturunan raja secara langsung. Sementara di Pura Mangkunegaran tidak menganut pola keturunan secara langsung.

"Suksesi di Mangkunegaran sesuai pada realita yang dihadapi. Yakni pola situasional. Bukan karena keturunan, bukan seperti Keraton Surakarta dengan pola garis (keturunan) langsung," ungkap dia saat diskusi 'Menyoal Suksesi di Pura Mangkunegaran. Wahyu Keprabon untuk Siapa?, Jumat (26/11/2021).

"Yang penting tidak meninggalkan tradisi keturunan Adipati Mangkunegara. Bisa putra, ponakan dan adik, atau cucu. Dewan Pinisipuh dan Punggowo Baku punya hak untuk memilihnya. Paling tidak memberi penilaian kapabilitas calon tersebut yang layak menjadi Raja Mangkunegaran X," jelasnya.

Dia mencontohkan, saat pergantian atau suksesi Raja Mangkunegaran I ke Pura Mangkunegaran II, bukan langsung putra raja.

Bahkan paling mencolok adalah saat suksesi Mangkunegaran 5 ke Raja Mangkunegaran 6.

Saat itu pemilihan juga situasional, karena Mangkunegaran 6 adalah anak Mangkunegaran ke IV.

Pasalnya selain jiwa militer, tetapi dikenal sosok yang sangat mumpuni secara manajerial dan pebisnis hebat kala itu.

"Mangkunegaran II bukan putra Raja Mangkunegara I. Suksesi sangat rasional. Mangkunegara 6 dilantik menduduki jabatan tatkala pada masa Mangkunegara 5 dilanda krisis ekonomi. Saat itu Raja Mangkunegara IV merintis industri (sangat maju), seorang kepala pemerintahan dan enterprenuer hebat," terang dia. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved