Breaking News:

Konferwil PWNU

Pengurus Baru PWNU DIY Diminta Siap Hadapi Tantangan ke Depan

Konferwil XV Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY telah digelar di Pondok Pesantren Al Furqon Murtigading, Sanden, Bantul, Sabtu (15/1/2022).

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Agus Wahyu
ISTIMEWA
Gus Hilmy saat memberikan sambutan saat Konferwil XV Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY di Pondok Pesantren Al Furqon Murtigading, Sanden, Bantul, Sabtu (15/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Konferensi Wilayah (Konferwil) XV Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY telah digelar di Pondok Pesantren Al Furqon Murtigading, Sanden, Bantul, Sabtu (15/1/2022). Beberapa keputusan penting dihasilkan dalam pertemuan wilayah lima tahunan tersebut. Di antarannya adalah pengurus baru periode 2022-2027.

Rais Syuriah terpilih adalah KH Mas’ud Masduqi dan Dr KH A Zuhdi Muhdlor MHum, sebagai Ketua Tanfidziyah. Keduanya terpilih melalui mekanisme yang sah dalam Sidang Pleno IV yang dipimpin Wakil Ketua Umum Penguru Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr Nizar Ali MAg.

Menanggapi hal tersebut, Katib Syuriah PBNU Dr H Hilmy Muhammad MA menyampaikan selamat kepada pengurus terpilih. Ia berharap, pengurus baru dapat membawa pada perubahan yang lebih baik dan dapat menjawab tantangan ke depan.

“Alhamdullillah. Kami sampaikan selamat kepada Kiai Mas’ud Masduqi dan Kiai Zuhdi Muhdlor. Semoga
keduanya senantiasa diberkati dan dilindungi oleh Allah Ta’ala dalam membawa gerbong PWNU DIY dan
dapat membawa pada perubahan yang lebih baik lagi. Ke depan, NU DIY harus bisa menjawab
tantangan-tantangan yang ada, khususnya karena adanya momentum kebangkitan kedua atau seratus
tahun NU,” kata Gus Hilmy.

Tantangan tersebut, kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, bersifat internal dan eksternal. Secara internal, NU DIY harus bisa menjadi organisasi yang solid, mandiri, dan mampu menciptakan kader-kader terbaik untuk menangkap berbagai peluang.

“Kita berharap, PWNU yang baru juga dapat bersinergi dengan Pengurus PBNU yang baru untuk kebaikan
dan kemajuan organisasi ke depan,” lanjut Gus Hilmy.

Sedang tantangan eksternal, senator asal Yogyakarta ini menekankan agar bersama-sama menjadikan agama sebagai solusi berbagai persoalan, bukan justru menjadi bagian masalah. Wakil Rais Syuriah PWNU periode 2016-2021 tersebut menyebutkan, beberapa masalah yang dihadapi Yogyakarta belakang ini. Di antaranya, klitih, intoleran, dan sebagainya.

“Banyak sekali tantangan yang akan dihadapi ke depan. Di antaranya juga bidang pendidikan dengan menguatkan UNU Yogyakarta dan bidang kesehatan dengan pembangunan rumah sakit. Oleh sebab itu, kita berharap pengurus baru ini benar-benar menyiapkan diri,” tambah Gus Hilmy. (aka/rls)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved