Breaking News:

Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Tak Lama Lagi DI Yogyakarta Bakal Miliki Pusat Rehabilitasi Pelaku Klitih

Pemda DIY sedang menyiapkan kurikulum untuk dijadikan bahan rehabilitasi para pelaku aksi kejahatan jalanan atau klitih di pusat krisis.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh
Ilustrasi Klitih 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Pemda DIY sedang menyiapkan kurikulum untuk dijadikan bahan rehabilitasi para pelaku aksi kejahatan jalanan atau klitih di pusat krisis.

Pusat krisis merupakan rumah rehabilitasi yang kini sedang digarap pemerintah DIY sebagai upaya memutus teror kejahatan jalanan di Yogyakarta dan sekitarnya, yang kerap dilakukan kalangan remaja.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pelindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY Erlina Hidayati Sumardi mengatakan, saat ini pihaknya sedang membicarakan konsep, termasuk kurikulum, tempat serta biaya yang diperlukan untuk membangun pusat krisis atau rumah rehabilitasi pelaku klitih.

Diharapkan, dengan adanya pusat krisis itu, para remaja yang semula berperilaku negative akan menjadi baik setelah menjalani masa rehabilitasi.

“Ini kami masih membicarakan konsepnya. Minggu depan akan kami rapatkan dengan pak Sekretaris Daerah (Sekda),” katanya, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Sri Sultan HB X Kaji Ulang Pembentukan Prayuwana untuk Basmi Klitih di DI Yogyakarta

Dia menjelaskan, rumah rehabilitasi itu akan diisi oleh pelaku klitih yang sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari kepolisian melalui asesmen dan proses hukum.

“Jadi pusat krisis ini bukan untuk anak yang berhadapan hukum. Tetapi anak-anak yang terlibat. Mereka para pelaku tetap menjalani proses hukum, setelah menjalani akan diasesmen,” jelas Erlina.

Dia menambahkan, di dalam pusat krisis itu, para pelaku klitih maupun yang terlibat akan mendapat bimbingan konseling.

Salah satunya pemahaman nilai humanisme, serta membangun nilai-nilai religi agar para pelaku itu sembuh dan berperilaku positif ke depannya.

“Yang jelas seperti pembinaan, ada konseling psikolog yang membantu. Mengubah perilaku semacam itu. Tidak dengan kekerasan, tapi seperti konseling karea mereka terpengaruh lama, mengembalikannya pun butuh waktu,”ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved