Breaking News:

Berita Pendidikan Hari Ini

Rektor UIN Suka Yogya Kecewa, Sebut Penendangan Sesajen oleh HF Tidak Sesuai Nilai Kampus

Menendang sesajen bukanlah gaya kampus UIN Suka yang menjunjung tinggi keragaman.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ardhike Indah
Rektor UIN Suka, Prof Dr Phil Al Makin SAg MA 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga mengakui bahwa HF, sosok penendang sesajen di Gunung Semeru , Lumajang, Jawa Timur itu sempat menjadi mahasiswanya di sejak tahun 2008.

Namun, HF kemudian tidak melanjutkan studi lantaran tidak membayar uang kuliah di tahun 2011-2012 dan dipastikan drop out (DO) di tahun akademik 2013-2014.

Ia sempat mengambil Prodi Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah di UIN Suka pada saat itu.

Rektor UIN Suka, Prof Dr Phil Al Makin SAg MA, mengungkapkan kekecewaannya pada sosok HF.

Baca juga: UIN Suka Buka Suara Terkait HF Penendang Sesajen di Lumajang

Menurut Al Makin, menendang sesajen bukanlah gaya kampus UIN Suka yang menjunjung tinggi keragaman.

"Jelas itu tidak sesuai dengan sikap kita. UIN ini punya tradisi yang kuat dalam dialog antaragama. Dari penelitian, UIN dinilai sebagai peletak dasar kerukunan, peletak dasar toleransi yang memengaruhi skala nasional. Ini tidak sesuai dengan nilai inti kita," ujar Al Makin, kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Meski mengaku kecewa dengan HF, tetapi Al Makin meminta masyarakat untuk memaafkan HF.

Apa yang dia lakukan salah, tetapi masyarakat juga tidak boleh membunuh karakter seseorang.

"Ya kecewa pasti kecewa, bangsa Indonesia pasti kecewa. Tapi kekecewaan itu ya jangan lalu membunuh karakter seseorang," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved