Breaking News:

Berita Kota Yogya Hari Ini

Nyamuk ber- Wolbachia Dinilai Efektif Turunkan Kasus Demam Berdarah di Kota Yogyakarta

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta menyebut terjadi tren penurunan kasus Demam Berdarah di Kota Yogyakarta. Penurunan tersebut terpantau

Istimewa
Staf Diagnostik WMP Yogyakarta menunjukkan sampel nyamuk proses ekstraksi DNA untuk mengetahui kandungan Wolbachia dalam Aedes aegypti 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta menyebut terjadi tren penurunan kasus Demam Berdarah di Kota Yogyakarta. Penurunan tersebut terpantau sejak tahun 2020 lalu.

Kasi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu mengatakan Kota Yogyakarta mulai menduduki rangking lima se-DIY sejak dua tahun lalu.

Artinya terjadi penurunan yang cukup signifikan kasus Demam Berdarah.

Baca juga: Bacaan Niat Sholat Qobliyah dan Sholat Badiyah Jumat dan Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi

"Biasanya Kota Yogyakarta itu rangking satu. Tetapi tahun 2020 masuk rangking lima. Trennya memang cenderung turun. Tahun 2021 kemarin kurang dari 100 kasusnya, ya termasuk sedikit," katanya, Jumat (14/01/2022).

Menurut dia, penyebaran Nyamuk ber- Wolbachia cukup efektif untuk menekan kasus Demam Berdarah di Kota Yogyakarta.

Ia menyebut untuk memutus penularan DBD, Nyamuk ber- Wolbachia disebar di daerah yang kasusnya tinggi. 

Di Kota Yogyakarta, daerah dengan kasus tertinggi adalah Kemantren Umbulharjo.

Hal itu karena wilayah Umbulharjo paling luas. 

Baca juga: Menhan Prabowo Subianto Disuntik Booster Vaksin Nusantara, Ucapkan Terima Kasih pada Dokter Terawan

"Tetapi kalau dilihat kalurahannya pindah-pindah. Kadang yang rangking satu di Rejowinangun, nanti pindah lagi. Dulu disebar tahun 2015, kemudian pada tahun 2017 disebar ke daerah yang kasusnya tinggi," terangnya. 

Selain karena Nyamuk ber- Wolbachia yang efektif, tren kasus Demam Berdarah di Kota Yogyakarta terjadi karena pemberantasan sarang nyamuk (PSN) masih tetap dilaksanakan.

Apalagi gerakan satu rumah satu jumantik (juru pemantauan jentik) tetap berjalan. 

"Meski pandemi kan PSN tetap dilaksanakan, gerakan satu rumah satu jumantik juga tetap berjalan," imbuhnya.(maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved