Breaking News:

Kunjungi Rumah Dr Radjiman di Ngawi, Komisi A DPRD DIY Ajak Gelorakan Pancasila

Komisi A DPRD DIY melakukan dialog dengan pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sekaligus melakukan kunjungan ke situs bersejarah.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyerahkan cenderamata wayang Werkudoro kepada Bupati Ngawi usai berdialog di pendopo kabupaten Ngawi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Komisi A DPRD DIY melakukan dialog dengan pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sekaligus melakukan kunjungan ke situs bersejarah, rumah kediaman salah satu pahlawan nasional, Dr KRT Radjiman Wediodiningrat.

Kunjungan ke rumah kediaman Ketua BPUPKI ini bagian dari melengkapi pembatinan tentang sejarah, khususnya berkait tentang lahirnya Pancasila.

Dr KRT Radjiman Wediodiningrat adalah Ketua BPUPK, Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk pada 29 April 1945 dan dibubarkan tanggal 7 Agustus 1945.

Sebelum berkunjung ke rumah kediaman pahlawan nasional Dr KRT Radjiman Wediodiningrat, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyerahkan cenderamata wayang Werkudoro kepada Bupati Ngawi usai berdialog di pendopo kabupaten Ngawi.

"Kita semua paham, sosok tokoh Werkudoro. Sebagai pemimpin ada pesan harapan bahwa ini bisa mewujud dalam kerja kelola negara di era kini, bagaimana jadi pemimpin yang punya tanggung jawab jujur dan berani, bela kebenaran, jaga Pancasila dan NKRI," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, Jumat (14/1/2022).

Di dalam dialog bersama Bupati Ngawi tersebut mengemuka soal peran pemerintah daerah dalam rangkaian pembangunan situs-situs bersejarah di kabupaten Ngawi.

Ony Anwar Harsono menjelaskan kabupaten Ngawi cukup banyak memiliki situs bersejarah yang bisa dikunjungi oleh masyarakat. Ada museum Trinil dan wisata alam hingga tempat bersejarah seperti rumah kediaman Dr KRT Radjiman Wediodiningrat.

"Kami berharap, setelah ini ada kerjasama yang lebih detail dengan DIY yang merupakan salah satu tujuan wisata andalan Indonesia. Kami punya potensi sama dengan DIY, hanya bedanya kami tidak punya pantai saja. Mudah-mudahan sinergi bisa terus terjalin antara DIY dengan Ngawi,” kata Ony Anwar Harsono.

Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY menyebutkan jumlah ratusan situs bersejarah di Ngawi sangat besar untuk ukuran satu kabupaten. Situs Trinil, Benteng Pendem hingga rumah dr Radjiman selama ini telah dirawat dan dikelola dana daerah.

"Peluang kerja sama DIY dan Ngawi tentang destinasi wisata sejarah maupun riset sangat besar. Kita akan segera duduk bersama Pemda se DIY untuk mendukung potensi kerja sama ini. Apalagi jika tol jogja ke solo jadi segera, tentu Jogja Ngawi akan dapat ditempuh dengan waktu yang singkat sehingga banyam hal yang bisa dikembangkan kerjasama dimasa yang akab datang, termasuk destinasi wisata sejarah", ujar Eko Suwanto, Alumni MEP UGM. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved