Breaking News:

Berita Kota Yogya Hari Ini

Forpi Kota Yogyakarta Soroti Pedestrian Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Perwakilan yang Rusak

Forpi Kota Yogyakarta melakukan pemantauan fasilitas umum (fasum) pedestrian di Jalan KH. Ahmad Dahlan dan Jalan Perwakilan Kota Yogyakarta.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Satu di antara titik kerusakan di Jalan Perwakilan Kota Yogya yang sedang dalam proses perbaikan, Jumat (14/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta melakukan pemantauan fasilitas umum (fasum) pedestrian di Jalan KH. Ahmad Dahlan dan Jalan Perwakilan Kota Yogyakarta .

Anggota Forpi Kota Yogyakarta , Baharudin Kamba mengatakan, pemantauan yang dilakukan Kamis (13/1/2022) kemarin dititik beratkan pada pemanfaatan kawasan pedestrian yang lebih dikhususkan bagi pejalan kaki dan bukan dijadikan objek parkir baru.

“Dari hasil pemantauan pedestrian di Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Yogyakarta, terlihat sejumlah tempat usaha rumah makan yang memarkir kendaraan roda duanya di kawasan pedestrian yang baru saja diresmikan,” katanya, Jumat (14/1/2022).

“Akibatnya sejumlah pejalan kaki agak kesulitan melintasi pedestrian yang menghabiskan dana berasal dari dana keistimewaan senilai Rp 9,5 miliar tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu pemantauan di kawasan pedestrian di Jalan Perwakilan Kota Yogyakarta , Kamba melihat sejumlah pekerja sedang memperbaiki granit yang mengalami kerusakan.

Baca juga: Dua Pekan Diresmikan, Jalan Perwakilan di Kota Yogya yang Direvitalisasi dengan Danais Sudah Rusak

Meski banyak mengalami kerusakan, namun Kamba memberikan apresiasi kepada dinas terkait karena merespon dengan cepat kondisi granit yang rusak itu.

“Forpi Kota Yogyakarta mengapresiasi respon dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta melalui penyedia jasa karena masih masa pemeliharaan dengan memperbaiki sejumlah granit yang rusak,” katanya.

Namun, terlepas dari semua itu menurutnya masih ada beberapa hal yang perlu ditekankan lagi oleh pemerintah yakni terkait pemanfaatan fasilitas umum.

“Karena pedestrian yang seharusnya diperuntukan bagi pejalan kaki maka pemanfaatannya seharusnya bagi pejalan kaki, bukan untuk lahan parkir baru dan bukan pula untuk menambah luas lahan bagi PKL,” ungkapnya.

Dia mengajak masyarakat sekitar termasuk komunitas juru parkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk turut mengawasi dan merawat fasilitas umum yang ada. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved