Breaking News:

Berita Bantul Hari Ini

5.000 Hektar Lahan di Bantul Ditanami Padi Selama 4 Kali

Pemkab Bantul menerapkan program Indeks Pertanaman (IP) 400 atau pola tanam padi empat kali tanam dan empat kali panen dalam setahun.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
SHUTTERSTOCK via kompas.com
Ilustrasi tanaman padi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkab Bantul menerapkan program Indeks Pertanaman (IP) 400 atau pola tanam padi empat kali tanam dan empat kali panen dalam setahun.

Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi di wilayah Kabupaten Bantul .

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, menjelaskan bahwa IP 400 adalah program menanam padi satu tahun empat kali dan untuk tahun 2022 ini Bantul mendapat target 5.000 hektar yang tersebar di 17 Kapanewon.

"Harapan kami bisa menambah produktivitas padi di Bantul karena menambah area yang biasanya setahun 3 kali jadi 4 kali," ujarnya, Jumat (14/1/2022). 

Baca juga: Petani di Bantul Sukses Kembangkan Tanaman Cabai di Off Season, Siap Panen Raya di Bulan Februari

Selama ini yang penanaman yang dilakukan dengan menerapkan IP 300 atau tiga kali tanam dan tiga kali panen.

Dalam setahun, hampir 30 ribu hektar lahan yang ditanami padi, namun dengan adanya IP 400 maka lahan yang ditanami padi bertambah menjadi 35 ribu hektar.  

"Kita kan setahun hampir 30 ribu hektar tanam padi, dengan ini kan kita tambah 5000 hektar, otomatis 35 ribu hektar. Kalau produksi per hektar sekitar 7,3 ton sampai 7,9 ton gabah kering panen, tinggal dikalikan saja," imbuhya.

Namun demikian, ia mengaku bahwa program ini tentu saja memiliki kendala atau tantangan yang harus dihadapi petani.

Baca juga: Hujan Lebat Berdurasi Lama, Lahan Pertanian Bawang Merah dan Padi di Bantul Terendam Air

"Tantangannya adalah tidak ada masa istirahat dari panen kemudian tanam lagi, dan ada hama penyakit, masalah air.

Maka dari itu, dalam menjalankan program ini pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi untuk masalah serangan hama dan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengatasi ketersediaan air irigasi.

Dengan penerapan program ini, maka diperlukan lahan yang selalu dialiri air irigasi.

"Jangan sampai ada pemutusan air irigasi. Nanti juga akan kita perbantukan untuk pupuk organik, karena kan air tidak berhenti, otomatis unsur hara semakin berkurang," tutupnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved