Breaking News:

Berita Kota Yogya Hari Ini

RS Bethesda Yogyakarta Cari 500 Relawan untuk Penelitian Vaksin Anyar Covid-19 V-01 

RS Bethesda bersama tujuh universitas kenamaan tanah air, didapuk oleh pemerintah pusat, untuk melangsungkan penelitian terkait vaksin anyar Covid-19

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ketua Tim Peneliti V-01 RS Bethesda, Iswanto menunjukkan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh sukarelawan 

TRIBUNJOGJA.COM - RS Bethesda bersama tujuh universitas kenamaan tanah air, didapuk oleh pemerintah pusat, untuk melangsungkan penelitian terkait vaksin anyar Covid-19 , yang bertajuk Fusion Protein Vaccine (V-01). 

Ketua Tim Peneliti V-01 RS Bethesda , Iswanto menuturkan bahwa penelitian digelar secara global, di beberapa daerah.

Yakni, Universitas Andalas di Padang, Universitas Indonesia di Depok, UIN di Bandung, Universitas Udayana di Bali, dan Universitas Lambung Mangkurat di Samarinda. 

Dijelaskannya, syarat menjadi sukarelawan adalah, belum pernah disuntik vaksin Covid-19 , belum pernah positif virus corona, usia minimal 18 tahun, tidak sedang hamil, hingga bersedia ikut berbagai rangkaian tes kesehatan.

Baca juga: Ini 5 Jenis Vaksin Covid-19 untuk Suntikan Vaksin Booster

"Kita menargetkan 500 warga Yogyakarta untuk menjadi sukarelawan dalam penelitian. Ada beberapa keuntungan, jika bersedia," ungkapnya, Kamis (13/1/2022). 

Antara lain, mendapat kompensasi uang transport, dan penggantian biaya pengobatan yang diperlukan.

Lalu, para relawan akan dibebaskan dari biaya apapun selama proses penelitian, layaknya pemeriksaan kesehatan, konsultasi dokter, maupun pemeriksaan laboratorium. 

"Vaksin ini dari China, dan orang yang menjadi sukarelawan syaratnya memang sangat ketat. Semua biaya gratis, plus mendapatkan insentif juga," tandas Iswanto. 

Ia memaparkan, sukarelawan harus datang ke RS Bethesda setidaknya enam kali, untuk vaksinasi pertama, dan kedua.

Baca juga: Pemda DIY Telah Menyuntikkan Vaksin Booster Kepada 2 Ribu Relawan Covid-19 di DI Yogyakarta

Kemudian satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan  usai vaksinasi kedua, guna mengukur antibodi. 

"Kami pastikan aman, ya, karena penelitian ini kan sudah memperoleh persetujuan pelaksanaan uji klinik dari BPOM dan mendapatkan persetujuan etik," ujarnya. 

Menurutnya, penelitian vaksinasi jenis baru ini akan mulai digulirkan pada 28 Januari 2022 mendatang.

Meski tidak harus sesuai target, ia berharap, penelitian ini, sanggup menarik atensi masyarakat Yogyakarta, sehingga bisa mendapatkan setidaknya 500 sukarelawan. 

"Penelitian ini sebenarnya sama seperti vaksin sebelumnya. Sinovac, dan lainnya. Harapannya, bisa menambah variasi, untuk mengatasi pandemi," cetusnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved