Breaking News:

Legenda PSIM Yogyakarta Asal Belanda Kena Tipu Ratusan Juta dengan Modus Dijanjikan Jadi WNI

Legenda PSIM Yogyakarta asal Belanda, Emile Linkers mengalami penipuan ratusan juta rupiah oleh salah seorang yang juga pesepakbola profesional

istimewa
Emile Linkers 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Legenda PSIM Yogyakarta asal Belanda, Emile Linkers mengalami penipuan ratusan juta rupiah oleh salah seorang yang juga pesepakbola profesional di Indonesia setelah dijanjikan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Saat ini Emile Linkers sudah cukup lama pensiun dari kancah sepak bola dan memilih untuk menjadi wirausahawan.

Kisahnya awal Januari 2021 lalu ia baru saja mengenal seorang pemain yang berposisi kiper di salah satu klub Liga 1 di kawasan Jakarta.

Ia menjelaskan kalau sang kiper yang pernah berseragam di Persebaya, Bali United, Borneo FC hingga PSMS Medan mengaku kenal dengan petugas di imigrasi yang bisa membantu proses menjadi WNI.

Baca juga: Babak Pertama Arema FC vs PSS Sleman Berakhir Imbang 0-0

“Saat itu saya bilang mau, saya kasih total uang saat itu Rp 20 juta dan pasporku juga. Mereka (sang kiper dan istri) bilang langsung diproses di imigrasi. Kemudian 22 Februari 2021 mereka minta lagi dan aku transfer Rp 53 juta. Mereka bilang lagi pasti diproses dan meminta aku untuk sabar,” katanya tempo hari.

Setelah beberapa bulan ke depan, kabar selanjutnya tak kunjung diterima, justru pada bulan Oktober 2021 lalu sang kiper kembali meminta uang sebanyak Rp 25 juta dan Rp 30 juta dalam rentang waktu yang tidak lama.

“4 Oktober saya kirim Rp 25 juta, 18 Oktober saya kirim lagi Rp 30 juta. Lalu sampai 9 November total ada Rp 15 juta dia minta dan saya masih kirim. Setelah itu saya mulai tidak percaya,” katanya.

Berbekal pengalaman itu, Emile Linkers merasa ditipu dan mulai mengusut kiper itu ke sejumlah rekan-rekannya di kawasan kampung halamannya, Samarinda.

Siapa sangka ternyata ia mendapat banyak cerita negatif dari orang-orang mengenai sang kiper, dan hal itu cukup membuat Emile Linkers semakin kalut.

“Saya kemudian hubungi dia, meminta agar uang saya dikembalikan. Awalnya dia tidak mau, tapi setelah saya bilang kenal orang-orang Samarinda, baru dia minta aku bersabar akan dikembalikan,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved