Breaking News:

Berita Kota Yogya Hari Ini

Dishub Kota Yogyakarta Minta Masyarakat Tak Mengendarai Skuter Listrik di Jalan Raya, Ini Alasannya

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat terkait penggunaan skuter listrik sebaiknya di kawasan perumahan maupun jalur khusu

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Pengendara skuter listrik melaju di antara pejalan kaki di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (11/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat terkait penggunaan skuter listrik sebaiknya di kawasan perumahan maupun jalur khusus.

Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 45 2020 tentang kendaraan tertentu menggunakan penggerak listrik.

Serta Permenhub nomor 59 Tahun 2020 tentang keselamatan pesepeda di jalan.

Baca juga: PT ACE Hardware Indonesia Donasikan 10.080 Masker IRIS yang Diterima Wali Kota Yogyakarta

"Nanti silakan baca di Permenhub nomof 45 dan 59 Tahun 2020. Jadi jalan raya jelas gak boleh (dilalui skuter listrik)," kata Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, Kamis (13/1/2021).

Oleh karenanya, Agus berharap masyarakat yang memiliki skuter listrik supaya tidak dikendarai di jalan raya.

"Kami meminta pada siapapun yang punya kendaraan seperti itu (skuter listrik) tidak dijalankan di jalan raya. Hanya area tertentu, misalnya di area perumahan, dan car free day," ujarnya.

Agus menambahkan, semestinya ada jalur khusus untuk kendaraan skuter listrik dan sejenisnya, namun Kota Yogyakarta belum memiliki jalur tersebut.

"Harusnya ada jalur khusus seperti di Jakarta. Tapi kami belum punya, karena jalan di Yogyakarta kecil," imbuhnya.

Baca juga: Universitas Atma Jaya Yogyakarta Raih Peringkat ke-6 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia

Alasan utama pihaknya melarang pengoperasian skuter listrik di jalan raya yakni kendaraan skuter listrik dinilai olehnya tidak stabil saat dikendarai.

Sehingga itu terlalu berisiko dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Itu kendaraan tidak stabil, berbahaya, kami lebih sayang masyarakat. Aspek keselamatannya diutamakan. Mereka punya sendiri atau pinjam, prinsipnya tidak boleh di jalan raya," pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved