Breaking News:

Darurat Dana Perwalian Anak di Indonesia

Selama ini setiap ada kasus anak kehilangan orang tua selalu keluarga besar ataupun panti asuhan yang menjadi jawabannya

Ist
Ilustrasi 

*Oleh: Ilsa Haruti Suryandari, Pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

DATA dari Satgas Penanganan Covid-19 per Juli 2021 yang diambil dari website Kemensos (https://kemensos.go.id/perlindungan-anak-yang-kehilangan-orangtua-akibat-covid-19) memaparkan bahwa anak-anak yang kehilangan orang tua karena pandemi mencapai 11 ribu anak.

Siapa yang akan menanggung beban finansial anak-anak itu? Selama ini setiap ada kasus anak kehilangan orang tua selalu keluarga besar ataupun panti asuhan yang menjadi jawabannya. Apakah dua tempat itu bisa menjadi jaminan bahwa anak-anak akan tercukupi kebutuhannya? 

Kebutuhan anak-anak yatim piatu ini tidak hanya sekedar sandang, pangan, dan papan. Pendidikan juga merupakan kebutuhan pokok bagi anak-anak untuk memastikan masa depan untuk membawa mereka pada kemandirian. Pemenuhan kebutuhan anak memerlukan komitmen pembiayaan jangka panjang. 

Tidak semua anak yatim piatu beruntung memiliki keluarga besar yang mau memegang komitmen untuk membesarkan dan menjamin kesejahteraan anak-anak yatim piatu ini. Anggota keluarga mungkin memiliki keterbatasan ekonomi.

Ketika orang tua anak-anak tersebut meninggalkan harta, permasalahan ekonomi belum tentu bisa terselesaikan karena tidak mudah untuk mencari kerabat yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab untuk menjaga dan memastikan bahwa harta yang ditinggalkan benar-benar dimanfaatkan untuk masa depan anak-anak. Bahkan kerabat justru bisa menjadi ancaman bagi harta yang ditinggalkan oleh orang tua bagi anaknya seperti pada kasus meninggalnya salah satu selebriti baru-baru ini. 

Selain itu kita juga tidak bisa menutup mata bahwa tidak semua keluarga besar mau mengambil tanggung jawab atas anak-anak tersebut sehingga panti asuhan atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) menjadi andalan untuk anak-anak yang kehilangan tempat berlindung.

Namun, panti asuhan memiliki batas kapasitas dan pendanaan. Dalam masa pandemi ini, dengan pesatnya peningkatan jumlah anak-anak yang perlu dibantu, kapasitas keuangan panti asuhan akan sangat terbebani.

Beberapa lembaga tergerak untuk terlibat dalam membantu anak-anak ini. Salah satunya bisa terlihat dari  kitabisa.com. Kitabisa.com adalah sebuah platform online yang digunakan untuk penggalangan dana. Melalui platform ini, inisiatif penggalangan dana untuk keperluan sosial apapun bisa dilakukan secara perseorangan.

Kitabisa.com yang kemudian mengelola dan menyalurkannya. Penggalangan dana bagi anak-anak yatim bisa dilakukan melalui platform ini. Tetapi penggalangan dana semacam ini seringkali bersifat insidental dan bukan solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved