Breaking News:

Cerita Dalang di Klaten yang Banting Setir Bikin Kerajinan dari Ban Bekas Karena Job Manggung Sepi

Sepinya job manggung selama pandemi Covid-19 membuat pria 53 tahun ini harus banting setir demi bisa membuat asap dapurnya tetap mengepul.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
Panggah Hastanto saat menata kerajinan ban bekas di rumahnya di Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (12/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan tak kunjung usai membawa dampak nyaris di seluruh bidang.

Termasuk pula bagi warga yang mencari sumber penghidupan dari dunia seni, salah satunya pedalangan atau wayang.

Itu yang dirasakan oleh Panggah Hastanto, seorang seniman dalang asal Klaten, Jawa Tengah.

Sepinya job manggung selama pandemi Covid-19 membuat pria 53 tahun ini harus banting setir demi bisa membuat asap dapurnya tetap mengepul.

Ia pun berkreasi dengan menyulap ban bekas menjadi sebuah barang kerajinan bernilai ekonomis.

Panggah mengubah ban bekas menjadi barang kerajinan seperti pot bunga, kursi, replika hewan hingga replika mobil-mobilan.

Barang bernilai ekonomis inipun bisa mendulang rupiah.

Baca juga: Ini Dia Sosok Penerima Ganti Rugi Tol Yogyakarta-Solo Terbesar di Klaten yang Nilainya Rp 10 Miliar

Baca juga: Cerita Kakek di Klaten Terima Ganti Rugi Tol Rp7,5 Miliar, Ogah Beli Mobil Baru dan Pilih Investasi

Sejatinya, Panggah sudah hampir 40 tahun menekuni profesi sebagai seorang dalang.

Meski usianya tak lagi muda, namun Panggah memiliki semangat yang tak kalah dari para pemuda.

Ia bercerita jika keahliannyan menyulap ban bekas menjadi kerajinan itu dipelajari secara otodidak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved