Breaking News:

Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Tanah Longsor Jadi Bencana Paling Banyak yang Terjadi di Kabupaten Magelang

BPBD Magelang mencatat sebanyak 574 kejadian bencana alam terjadi di wilayahnya serta terdapat 6 korban jiwa sepanjang 2021.

istimewa
Proses pembersihan material oleh warga, petugas BPBD Magelang, Damkar, dan TNI, pada Jumat (24/12/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Magelang mencatat  sebanyak 574 kejadian bencana alam  terjadi di wilayahnya serta terdapat 6 korban jiwa sepanjang 2021.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Warsono menuturkan, jumlah tersebut berdasarkan pendataan mulai Januari 2021 hingga awal Januari 2022.

"Kejadian bencana terbesar adalah tanah longsor sekitar 200an. Kemudian disusul angin kencang dan kebakaran. Sedangkan kekeringan sudah teratasi. Sedangkan, bencana yang memakan korban jiwa berlokasi di penambangan pasir dan area Merapi ," ucapnya pada  Rabu (12/01/2022).

Baca juga: Didera Hujan Deras, Tebing Longsor di Kabupaten Magelang Akibatkan Satu Irigasi Tertutup

Adapun, dari total 21 kecamatan di Kabupaten Magelang yang memiliki potensi bencana kategori tanah longsor terdapat di Kecamatan Windusari, Kaliangkrik, Kajoran, Dukun Tegalrejo, Secang dan Pakis.

Sedangkan kejadian bencana angin kencang, kebanyakan terjadi di Kecamatan Tegalrejo, Mertoyudan, Windusari, Dukun dan Secang.

"Ini merupakan (wilayah) langganan. Sehingga kami pesan untuk masyarakat untuk mempelajari kearifan lokal. Ilmu 'titen' harus selalu kita pakai. Seperti, angin kencang misalnya dia akan tetap melewati jalur yang sama ," terangnya.

Sementara itu, sebagai upaya antisipasi san mitigasi bencana, BPBD Magelang melakukan sosialisasi ke masyarakat serta membentuk kelompok Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) dan tim reaksi cepat di semua wilayah desa/kecamatan.

Selain itu upaya mitigasi juga dilakukan dengan pemeliharaan alat peringatan dini bencana tanah longsor atau Early Worning System (EWS) yang tersebar di 38 titik.

"Perawatan EWS  dilakukan di sejumlah titik pergerakan tanah untuk peringatan tanah longsor dan banjir," jelasnya.

Baca juga: 3 Rumah Warga di Magelang Rusak Akibat Tanah Longsor

Sedangkan dampak hujan dengan intensitas lebat pada Selasa (11/01/2022) kemarin, BPBD Kabupaten Magelang menerima laporan 4 kejadian bencana angin kencang dan tanah longsor di Kecamatan Bandongan.

Dalam kejadian itu personil BPBD langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran, penanganan dan juga menyalurkan bantuan logistik terhadap korban terdampak.

Dalam mengantisiasi setiap potensi bencana BPBD Kabupaten Magelang juga menyiagakan personil 24 jam.

"Serta mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan deras masih akan terjadi," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved