Breaking News:

Berita Sleman Hari Ini

Ini Cerita di Balik Jadah Tempe Mbah Carik Kaliurang yang Melegenda

Diturunkan dari generasi ke generasi, Jadah Tempe Mbah Carik Kaliurang memiliki sejarah panjang.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
instagram/@jadahtempe.mbahcarik
Jadah Tempe Mbah Carik, makanan populer khas Kaliurang Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Langit di Kaliurang mendung, ketika Jenazah Mbah Sudimah Wiro Sartono, pengusaha legendaris Jadah Tempe Mbah Carik Kaliurang dibawa ke peristirahatan terakhir, di pemakaman Mayang Sekar, tidak jauh dari kediamannya.

Suasana duka begitu terasa. 

Mbah Sudimah meninggal dunia karena sakit sepuh di usia 92 tahun.

Ia adalah generasi kedua, penerus usaha Jadah tempe Mbah Carik, yang diwarisi dari Ibunya, Ngadikem Sastrodinomo.

Kini selepas kepergian Mbah Sudimah, usaha Jadah Tempe Mbah Carik Kaliurang akan terus berlanjut dan diwariskan turun temurun ke anak dan cucunya. 

"(Usaha jadah tempe) ini sudah diteruskan oleh anak dan cucu. Dan insya Allah,  kalau Allah meridhoi sampai kapanpun ini akan menjadi bisnisnya usaha-usaha (keluarga) kami. Dan alhamdulillah atas izin Allah 
kemarin anak saya sudah bisa menemukan bahwa penjualan jadah ini sudah bisa dibuat jadah frozen yang bisa tahan sampai 6 bulan," kata Bejo Wiryanto, anak ketiga dari Mbah Sudimah, ditemui di rumah duka Kaliurang Selatan, Hargobinangun, Pakem, Rabu (12/1/2022) siang. 

Baca juga: Mbah Carik Legenda Jadah Tempe Kaliurang Wafat, Dikenal Sebagai Sosok Ibu Hebat yang Tak Pelit Ilmu 

Jadah Tempe Mbah Carik saat ini memang sudah berkembang.

Total ada 8 outlet yang tersebar bukan hanya di kawasan Kaliurang melainkan sampai di Kota Gede, Yogyakarta.

Menurut Bejo, outlet Jadah Tempe Mbah Carik sementara ini akan tutup seminggu.

Setelah itu akan buka kembali. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved