Breaking News:

Berita Bantul Hari Ini

Angka Kemiskinan Bertambah, Pemkab Bantul Akan Gencarkan Padat Karya

Pada akhir tahun 2021 terjadi peningkatan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul yang cukup signifikan yakni 14,04 persen.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan arahan dalam kegiatan konsolidasi anggaran, data dan program kemiskinan, Rabu (12/1/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan setelah pandemi Covid-19 , pada akhir tahun 2021 terjadi peningkatan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul yang cukup signifikan yakni 14,04 persen, yang mana sebelumnya di angka 12,5 persen.

Sedangkan dari catatan BPS, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten bantul negatif, 1,66 persen.

Dalam Konsolidasi Anggaran, Data dan Program Kemiskinan tahun 2022, Rabu (12/1/2022), Bupati Bantul menyatakan bahwa pemerintah kabupaten masih terus  berupaya melakukan pemulihan ekonomi agar tumbuh positif.

"Jika kemarin negatif, maka di 2022 harus tumbuh positif. Dan pertumbuhan ekonomi harus bisa mengerek kesejahteraan utamanya untuk masyarakat miskin," ujarnya.  

Baca juga: Ada Perombakan Susunan Organisasi Tata Kerja, Gaji ASN dan Dewan di Bantul Terlambat

Setelah beberapa hari terakhir melakukan kajian bersama BPS, Fakultas Ekonomi UGM dan beberapa pakar, Bupati menyatakan bahwa muncul satu rekomendasi agar kantong-kantong kemiskinan di Bantul dapat di-overlay dengan sektor ekonomi.

"Peta kantong kemiskinan kita yang menyebar di 17 kapanewon itu di-overlay dengan sektor ekonomi yang dominan di daerah itu. Misalnya Imogiri, sektor ekonomi yang dominan di Imogiri itu pertanian, dan angka kemiskinan banyak di sana. Berarti sektor yang harus mengatasi kemiskinan di Imogiri adalah pertanian. Kemudian Piyungan, di-overlay dengan sektor industri yang dominan di sana," ujarnya.

Selain strategi tersebut, Pemkab Bantul juga masih fokus dalam program padat karya sebagai salah satu strategi untuk menanggulangi kemiskinan.

Adapun program padat karya ini menyerap anggaran yang cukup besar, dan jika strategi ini menunjukkan tanda efektif, maka di tahun 2023 Pemkab Bantul akan menguatkan program ini menjadi salah satu strategi penanggulangan kemiskinan.

"Karena di samping anggarannya yang besar, kalau kita membangun corblok, talut, itu yang kita pandang bukan fisiknya, tetapi seberapa besar padat karya mampu menyerap tenaga kerja. Jadi padat karya di satu sisi diharapkan mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, di sisi yang lain bisa menjadi salah satu indikator pencapaian infrastruktur pedesaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Halim menyatakan bahwa program kegiatan yang ada di OPD-OPD khususnya OPD rumpun ekonomi seperti Pertanian, Pariwisata, Perindagkop, Perikanan Kelautan, Tenaga Kerja, ini harus mendasarkan pada data-data kemiskinan.

"Lokusnya adalah daerah-daerah kantong kemiskinan dan sasarannya adalah warga miskin utamanya yang berada di desil 1 dan desil 2. Maka di tahun 2023, setiap program yang diusulkan OPD rumpun ekonomi ini harus dipastikan sasarannya adalah warga miskin," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Bantul Anggarkan Program Padat Karya senilai Rp 30,2 Miliar di Tahun 2022

Berbagai upaya tersebut adalah bentuk Pemkab Bantul untuk menekan angka kemiskinan yang diakui Bupati untuk menurunkan angka kemiskinan 1 persen saja membutuhkan usaha yang luar biasa besar.
 
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bantul Fenty Yusdayati menyatakan bahwa jika di akhir tahun kemarin angka kemiskinan 14,04 persen maka di tahun ini Pemkab Bantul menargetkan angka kemiskinan akan turun.

"Target 2022 angka kemiskinan turun 13,37 persen. Jadi sekitar 0,67 persen Pemkab Bantul harus mengurangi angka itu," ujarnya.  

Maka dari itu, ia mengimbau agar program-program kegiatan di setiap OPD yang sudah dianggarkan di tahun 2022 agar dapat segera dilaksanakan.

"Jangan ditunda-tunda toh itu untuk masyarakat, pergerakan ekonomi biar jalan. Kemudian mereka bisa mendapatkan manfaat," tambahnya.( Tribunjogja.com )  

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved