Breaking News:

Pilpres 2024

Pilpres 2024: Inilah Potensi Kekuatan Jokowi Sebagai King Maker Kandidat Pemenang Pemilu

Jokowi bisa menjadi King Maker terkuat di Pilpres 2024. King Maker merujuk pada politikus bertangan dingin yang dapat memunculkan kandidat pemenang

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Tim Dokumentasi Menhan Prabowo Subianto via kompas
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto naik jip mengecek pasukan Komponen Cadangan (Komcad). 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Joko Widodo dinilai sebagai sosok yang bisa menjadi King Maker paling kuat dalam Pilpres 2024. Kecenderungan yang disebut sebagai sentralitas Jokowi dan fenomena partai tunggal dipandang jadi faktor penting. 

Tribun Jogja mengutip dari laman kompas.com, pandangan bahwa Jokowi bisa menjadi King Maker terkuat di Pilpres 2024 tersebut diungkap oleh Analis politik dari lembaga survei Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi. Ia menilai bahwa Presiden RI Joko Widodo akan menjadi King Maker paling kuat pada Pilpres 2024.

Untuk diketahui bahwa istilah King Maker merujuk pada politikus bertangan dingin yang dapat memunculkan kandidat yang memenangi pemilu.

Menurut Burhanuddin, kekuatan Jokowi sebagai King Maker bahkan berpotensi melebihi politikus-politikus kawakan seperti Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto.

Megawati kini dinilai sudah tak mungkin mencalonkan diri lagi sebagai presiden, sementara itu Prabowo justru diprediksi akan ngotot mencalonkan diri lagi. "King maker yang paling kuat ya Pak Jokowi karena dia bagaimana pun masih berkuasa ketika Pemilu 2024 digelar," kata Burhanuddin di kantor DPP Partai Golkar, Selasa (11/1/2022).

Di samping itu, saat ini ada kecenderungan yang disebut Burhanuddin sebagai "sentralitas Jokowi" dan "fenomena partai tunggal". Dua hal ini diduga akan bertahan hingga beberapa tahun ke depan dan dianggap jadi penyebab posisi Jokowi cukup kuat untuk menjadi king maker pada Pilpres 2024 mendatang.

"Partai banyak tapi perilakunya satu. Kita punya Golkar, PDI-P, Gerindra, Nasdem. Partai beragam, perilakunya sama. Apa itu maksudnya, partainya Jokowi," ujar Burhanuddin.

"Coba lihat dalam kasus gagalnya UU Pemilu, Golkar atau Nasdem punya kepentingan politik subjektif supaya ada revisi, wajar, tapi ketika ditelepon Istana, berubah semua," ucap dia.

Untuk diketahui, saat ini sejumlah nama diprediksi akan masuk dalam bursa calon presiden 2024. Mereka di antaranya Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono hingga Airlangga Hartarto.

Berdasarkan survei yang dilakukan Indikator Politik, Prabowo Subianto mendapatkan suara tertinggi sebagai presiden jika pemilihan presiden digelar hari ini. Setelah Prabowo, di urutan kedua ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan di urutan ketiga yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved