Breaking News:

Lindungi Konsumen, Pemkab Bantul Gelar Tera Ulang Alat Timbang dan Ukur

UPTD Metrologi, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Bantul menggelar penapak perdana tanda tera tahun 2022

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Santo Ari
Petugas UPTD Metrologi melakukan tera ulang ke alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) , Selasa (11/1/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - UPTD Metrologi, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Bantul menggelar penapak perdana tanda tera tahun 2022, Selasa (11/1/2022).

Proses tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) ini diperlukan sebagai perlindungan antara penjual dengan pembeli.

Kepala UPTD Metrologi Bantul, Iwan Rasia Hertanto mengungkapkan bahwa tanda tera merupakan tanda yang dikenakan di timbangan atau yang disebut UTTP.

Tera dan tera ulang dilakukan setahun sekali agar standar pengukuran terutama yang digunakan di bidang usaha dapat selalu terjaga.  

"Yang kita lakukan standarisasi dan dilakukan cap dan yang boleh memberikan tanda tera adalah pegawai yang sudah tersertifikasi dari kementerian," ujarnya.

Ia menyatakan bahwa tanda tera ini merupakan bentuk perlindungan konsumen dengan memberikan standarisasi kepada alat ukur, agar pada akhirnya nanti apa yang dibeli konsumen dapat sesuai ukuran standar dengan yang tertera pada alat ukur tersebut.  
 
"Alat ukur yang kita lakukan tera adalah alat ukur yang biasa digunakan oleh pedagang di pasar atau timbangan. Kita juga melakukan tera pada SPBU, bahkan tangki pertamina juga dilakukan tera agar volume yang di dalam tangki tersebut betul-betul sesuai dengan yang tertulis," terangnya.

Baca juga: UMY Targetkan 30 Mahasiswa Lolos Program IISMA 2022

Baca juga: Dinkes Bantul Optimis Seluruh Siswa SD Tervaksin 100 Persen pada Pertengahan Januari 2022

Dari pendataan di tahun 2016, di Kabupaten Bantul terdapat 23 ribu UTTP yang harus dilakukan tera setiap tahunnya.

Namun demikian, karena keterbatasan SDM dan peralatan, pihaknya baru bisa melakukan tera sekitar 8000-an UTTP.

"Selain itu juga karena minimnya kesedaran masyarakat untuk menerapkan alat ukurnya, karena ketidaktahuan mereka," ungkapnya.

Maka dari itu ia berharap kepada para pemilik alat ukur untuk selalu rutin, setahun sekali melakukan tera.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved