Breaking News:

Kick Off Vaksin Booster di Sleman Dilaksanakan di Ngaglik, Dimulai Besok

Kick off vaksinasi booster di Kabupaten Sleman dimulai di wilayah Sardonoharjo pada Rabu (12/1/2022) besok.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
VeryWellHealth
Ilustrasi vaksin booster 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kick off vaksinasi booster di Kabupaten Sleman dimulai di wilayah Sardonoharjo pada Rabu (12/1/2022) besok.

Dalam program vaksinasi booster ini, ditargetkan sebanyak 600 dosis.

"Kami akan kick off untuk vaksinasi booster di Sardonoharjo, wilayah Kerja Puskemas Ngaglik I. Sasarannya 600 dosis," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati, Selasa (11/1/2022). 

Menurutnya, booster vaksin diprioritaskan untuk lanjut usia (Lansia) di atas usia 60 tahun. Termasuk juga guru yang sudah berusia 60 tahun.

Sebab, mereka masuk kelompok rentan yang memiliki resiko tinggi terpapar covid-19 sehingga harus segera divaksin.

Harapannya, ketika sudah divaksin, kalaupun nantinya terpapar maka gejalanya lebih ringan dibanding belum divaksin.

Setelah kick off, penyuntikan vaksin booster akan dilanjutkan di Puskemas masing-masing. Karena selain penyuntikan booster, Dinas Kesehatan Sleman juga fokus untuk menyelesaikan target penyuntikan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun. 

Baca juga: Gejala Varian Omicron Mirip Flu, Pakar UGM: Waspada dengan Klaster Keluarga

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Tunggu Petunjuk Teknis Soal Vaksinasi Booster

"Jadi, kami harapkan vaksinasi anak dan vaksin booster ini bisa berjalan beriringan," ucap dia. 

Sekadar informasi, vaksinasi anak di Bumi Sembada saat ini terus berjalan. Targetnya pada 27 Januari anak usia 6-11 tahun yang jumlahnya sekitar 95 ribu orang sudah selesai divaksin dosis pertama.

Kemudian untuk dosis kedua ditargetkan bisa selesai pada Februari mendatang.

Sementara untuk lansia, Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyebut ada sebanyak 124.932 sasaran.

Dari Jumlah tersebut, 83,1 persen atau 103.831 lansia sudah menerima vaksin dosis 1, dan 75,2 persen atau sebanyak 93.981 lansia sudah menerima vaksin dosis 2.

Ada sejumlah syarat agar lansia bisa mendapat vaksin booster. Di antaranya, sudah vaksin lengkap (dua dosis). Hal ini dibuktikan dengan membawa kartu vaksin dosis 1 dan 2.

Di samping itu, menyertakan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan sudah di-organisir atau mendaftar melalui kader. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved