Breaking News:

Cerita Sukses Produsen Keripik Belut Citra Rasa, Sehari Wartiyem Mampu Produksi Hingga Satu Kuintal

Dalam sehari, warga Klaci II, RT 04, Kalurahan Margoluwih, Seyegan, Sleman ini mampu memproduksi satu kuintal keripik belut.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Ahmad Syarifudin
Proses penggorengan keripik belut "Citra Rasa" di Margoluwih, Seyegan, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Belut bisa diolah menjadi aneka makanan.  Satu di antaranya keripik.

Camilan ini disukai banyak orang, karena memiliki citarasa gurih nan renyah.

Tak heran, keripik belut menjadi buruan, untuk di makan sendiri maupun oleh-oleh. 

Salah satu warga yang memproduksi kripik belut adalah Wartiyem, warga Klaci II, RT 04, Kalurahan Margoluwih, Seyegan.

Ribuan belut ditampung dalam satu kolam besar di rumah Wartiyem.

Belut itulah yang menjadi bahan baku pembuatan keripik.

Sebagian belut yang didatangkan dari Jawa Timur dan Jawa Barat itu dibersihkan, dicuci, diberi bumbu dan dicampur tepung, lalu digoreng.

Dalam sehari, warga Klaci II, RT 04, Kalurahan Margoluwih, Seyegan, Sleman ini mampu memproduksi satu kuintal keripik belut.

Penjualannya, selain di showroom rumahnya dan pasar Kuliner Godean, keripik belut "Citra Rasa" juga dipasarkan hingga ke luar daerah. 

Wartiyem menceritakan, bisnis penggorengan keripik belut dirintis sejak tahun 2001.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved