Breaking News:

Ancaman Naiknya Obesitas pada Anak di Tengah Pandemi COVID-19

selama pandemi COVID-19 anak-anak cenderung lebih sering mengonsumsi makanan camilan dan minuman manis, makanan olahan serta produk susu

Ancaman Naiknya Obesitas pada Anak di Tengah Pandemi COVID-19
Ist
Ceria Ciptanurani, S.Gz., MS

* Oleh: Ceria Ciptanurani, S.Gz., MS, Dosen Program Studi Gizi Universitas Aisyiyah Yogyakarta

OBESITAS pada anak merupakan tantangan masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius di abad ke-21 yang memengaruhi setiap negara di dunia.

Secara global, menurut WHO ada sekitar 39 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas di tahun 2020.

Lebih dari 340 juta anak dan remaja berusia 5-19 tahun mengalami kelebihan berat badan pada tahun 2016. Tren peningkatan angka obesitas terjadi lebih cepat di negara-negara berkembang jika dibandingkan dengan tren global yang ditandai dengan prevalensi obesitas menjadi dua kali lipat dalam tiga dekade terakhir di tingkat global, sementara data di negara berkembang menunjukkan peningkatan tiga kali lipat dalam dua dekade terakhir.

Di Indonesia, prevalensi berat badan lebih dan obesitas pada anak balita sebanyak 15 % pada tahun 2000, 11,5 % pada tahun 2013, dan 8 % di tahun 2018. 

Obesitas pada masa anak-anak diketahui merupakan faktor risiko obesitas ketika dewasa serta dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, sindrom metabolik, diabetes mellitus dan penyakit kardiovaskular.

Tingginya risiko penyakit kronis akibat obesitas pada masa anak-anak merupakan beban besar bagi negara di masa depan karena akan meningkatkan biaya perawatan kesehatan, menimbulkan ancaman bagi produktivitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi. 

Situasi pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 hingga saat ini memberikan dampak pada berbagai sektor kehidupan.

Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengendalikan penyebaran COVID-19 juga secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi dalam peningkatan angka obesitas pada anak.

Pembatasan aktivitas sosial, anjuran untuk tinggal di rumah, serta penutupan sekolah dalam jangka waktu yang cukup lama berdampak negatif terhadap kesehatan emosional, perilaku, fisik, dan mental anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved