Breaking News:

Sebanyak 47 Warga di Ngawen dan Pepe Klaten Terima Pembayaran UGR Tol Yogyakarta-Solo Rp 51 Miliar

Pembayaran UGR tol tersebut dilakukan pada warga terdampak tol di Desa Ngawen dan Desa Pepe.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
Puluhan warga Desa Ngawen dan Pepe Kecamatan Ngawen mengikuti pembayaran UGR tol Yogyakarta-Solo di Desa Ngawen, Klaten, Senin (10/1/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 47 warga yang tanahnya terdampak tol Yogyakarta-Solo di 2 desa di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menerima uang ganti rugi (UGR) tanah terdampak tol sebesar Rp 51 miliar.

Pembayaran UGR tol tersebut dilakukan pada warga terdampak tol di Desa Ngawen dan Desa Pepe.

Adapun pembayaran dipusatkan di ruang serbaguna kantor Desa Ngawen pada Senin (10/1/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, mengatakan jika pembayaran UGR di Desa Ngawen dan Desa Pepe tersebut merupakan pembayaran tahap pertama di dua desa itu.

"Hari ini kita bayarkan uang ganti tanah warga yang terdampak tol. Totalnya di Desa Ngawen untuk tahap pertama ada 45 bidang dan Desa Pepe 2 bidang tanah milik warga yang menerima UGR," ujarnya saat ditemui TribunJogja.com di sela-sela kegiatan itu.

Menurut Sulis, untuk Desa Ngawen terdapat 126 bidang tanah yang diterjang oleh pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tersebut.

Namun, untuk tahap pertama baru 45 bidang tanah yang dibayarkan oleh pihaknya.

Adapun sisanya, dibayarkan pada waktu mendatang setelah kelengkapan berkas-berkas administrasi tanah terdampak tol itu rampung diverifikasi dan setujui oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Kemudian, lanjut Sulis, adapun tanah yang terdampak tol di desa itu beragam, mulai dari lahan persawahan, pekarangan hingga permukiman.

Sementara itu, Kepala Desa Ngawen, Sofik Ujianto, membenarkan jika untuk tahap pertama baru 45 bidang tanah warga yang terdampak tol dibayarkan UGR-nya oleh BPN.

"Ini baru 45 bidang tanah yang dibayarkan untuk tahap pertama. Ini kebanyak yang surat tanahnya yang mereka milik pribadi, kalau yang ahli waris itu mungkin di tahap kedua," jelasnya.

Menurut Sofik, beberapa bidang tanah yang belum dibayarkan UGR-nya karena adanya pemasalahan surat kuasa atau surat ahli waris yang belum selesai di internal keluarga.

"Namun kalau sudah selesai surat kuasa dan surat ahli waris itu biasanya tinggal menunggu jadwal pembayaran UGR dari pihak terkait," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved