Breaking News:

Saham Bank Apa Saja yang Prospeknya Bakal Cerah? Ini Bocorannya

Di tengah pemulihan ekonomi, beberapa saham emiten perbankan dinilai bakal prospektif ke depan.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Pixabay.com / Gerd Altmann
Ilustrasi bursa saham 

Tribunjogja.com -Di tengah pemulihan ekonomi, beberapa saham emiten perbankan dinilai bakal prospektif ke depan.

Sebab terkereknya saham perbankan ini lantaran perbankan akan mendongkrak kinerja pemulihan ekonomi setelah babak belur dihajar virus corona.

Bagi Anda investor saham, simak saham-saham bank apa saja yang bakal cerah di masa mendatang berikut ini.

Ilustrasi
Ilustrasi (IST/Kontan)

 

Analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo dalam risetnya pada 29 November 2021 menuliskan, pada 2022 ini pulihnya aktivitas ekonomi akan mendorong pertumbuhan kredit hingga 10,2 %. Menurutnya, sektor telekomunikasi, manufaktur, dan sektor yang berkaitan dengan komoditas akan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan kredit di tahun ini.

Ia juga melihat, likuiditas di tahun ini masih akan berlimpah, melanjutkan tren yang terjadi di tahun lalu. Selain itu, sektor perbankan juga akan mencatatkan perbaikan kualitas aset. Handiman menilai, belakangan ini perbaikan kualitas sudah berlangsung tercermin dari Non Performing Loan (NPL) industri perbankan yang sudah berada di 3,19 % per September 2021, setelah mencapai puncaknya di level 3,31 % pada Juli 2021.

“Kami melihat perbaikan kualitas aset seharusnya masih akan berlanjut di tahun ini. Ditambah lagi, dengan membaiknya ekonomi, total pinjaman yang direstrukturisasi juga akan turun dan membuat biaya provisi yang lebih rendah,” tulis Handiman dalam riset yang dikutip Kontan.co.id.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri dalam risetnya pada 23 November 2021 menuliskan, dengan semakin longgarnya pembatasan sosial, serta pemulihan aktivitas ekonomi secara bertahap, pada 2022 diproyeksi permintaan kredit akan meningkat.

Menurutnya, para perbankan sudah siap seiring dengan mereka punya likuiditas yang berlimpah. Di satu sisi, para perbankan juga masih mampu menjaga Cost of Fund (CoF) mereka di tengah turunnya bunga deposito berjangka dan rendahnya eksposure ke instrumen deposito berjangka.

“Memperhitungkan faktor-faktor tersebut, serta potensi kenaikan suku bunga acuan paling banyak sebesar 50bps menjadi 4,0 %, kami proyeksikan pertumbuhan kredit di tahun 2022 sebesar 7,1 % secara year on year (yoy).

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved