Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Kasus Covid-19 Menurun tapi Klaten Masih Berstatus PPKM Level 2, Ini Penjelasan Pj Sekda

Pada PPKM Level 2 periode 4-17 Januari 2022 ini, terdapat satu penyesuaian terkait pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Pj Sekda Klaten, Jajang Prihono saat Tribunjogja.com temui di Pendopo Pemkab Klaten, Jumat (7/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kabupaten Klaten, Jawa Tengah hingga saat ini ternyata masih menerapkan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Adapun penerapan PPKM Level 2 ini berlaku sejak 4-17 Januari 2022.

Terkait aturan yang berlaku masih sama dengan PPKM Level 2 pada penerapan sebelumnya.

"Sekarang kita masih PPKM level 2, kita sudah sesuaikan juga pada Inbup-nya. Batasan atau aturan mainnya masih sama seperti yang dulu," ujar Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jajang Prihono saat Tribunjogja.com temui di Pendopo Pemkab Klaten, Jumat (7/1/2022).

Baca juga: Capaian Vaksin Anak Usia 6-11 Tahun di Klaten Baru 23 Persen, Ini Perintah Bupati Klaten Sri Mulyani

Diakui Jajang, pada PPKM Level 2 periode 4-17 Januari 2022 ini, terdapat satu penyesuaian terkait pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah.

Pada PPKM Level 2 terdahulu, PTM di sekolah digelar secara terbatas, namun pada PPKM Level 2 periode ini bisa dilakukan dengan kapasitas 100 persen.

"Sebagian besar aturannya masih sama dengan PPKM Level 2 yang lalu, satu yang beda ya di sektor pendidikan yang sudah boleh PTM 100 persen," imbuhnya.

Kemudian kata Jajang, jika dilihat dari sebaran kasus Covid-19 yang sudah menurun serta capaian vaksin dosis pertama dan kedua serta vaksin anak yang sudah melebihi target, sebenarnya Klaten bisa berada di PPKM Level 1.

"Iya, mungkin karena kita berada di wilayah aglomerasi ya. Kalau capaian vaksin sudah banyak. Secara faktual bisa di level 1 tapi tidak ada salahnya kita berfikir positif saja, mungkin ini cara pencegahan terbaik," papar Jajang.

Baca juga: Sebanyak 5.955 UKM di Klaten Menerima Bantuan Stimulus Terdampak Covid-19

Seandainya, Klaten ditetapkan pada PPKM Level 1, lanjut Jajang, mungkin akan terjadi euforia dan membuat masyarakat mengendorkan protokol kesehatan Covid-19 .

"Dari pada ditetapkan level 1 nanti ada  euforian dan sebagainya, saya kira ambil sisi positifnya saja. Saya kira di lapangan sudah ada penyesuaian," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Klaten, Cahyono Widodo menyebut kasus aktif Covid-19 di Klaten hanya tinggal 1 kasus saja.

"Kasus aktif Covid-19 di Klaten ada satu kasus saja dan itu di rawat di Donohudan (Boyolali). itu dirawat sejak 30 Desember kalau tidak keliru," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved