Berita Nasional

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 52 Pekerja Migran Ilegal

Prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan menggagalkan upaya penyelundupan 52 pekerja migran ilegal.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Dispenal
Prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan menggagalkan upaya penyelundupan 52 pekerja migran ilegal dengan tujuan Malaysia di sekitar muara Sungai Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Jumat (7/1/2022) dini hari. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan menggagalkan upaya penyelundupan 52 pekerja migran ilegal dengan tujuan Malaysia di sekitar muara Sungai Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Jumat (7/1/2022) dini hari.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, menyebutkan, 52 pekerja migran ilegal tersebut diselundupkan dengan menggunakan kapal tanpa nama.

“Pekerja migran Indonesia ilegal tanpa dilengkapi dokumen dengan tujuan Malaysia,” ujar Julius dalam keterangan tertulis, Jumat.

Julius menjelaskan, penggagalan penyelundupan ini bermula ketika Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory mendapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman pekerja migran ilegal pada Kamis (6/1/2022), sekitar pukul 22.30 WIB.

Dari informasi yang didapatkan, para pekerja migran ilegal itu dibawa kapal yang akan keluar menuju Malaysia.

Selanjutnya, pada pukul 23.00 WIB, Hendrik memerintahkan Tim Patroli Keamanan Laut dan Unit Intel untuk melaksanakan patroli dan penelusuran dengan menggunakan sea rider di sekitaran Kualuh Bagan dan Tanjung Si Api-api, Muara Sungai Asahan.

Pada pukul 00.05 WIB, pada koordinat 3 3’ 711”U - 99 52’ 408 “ T, tim patroli Lanal Tanjung Balai Asahan menemukan kapal tanpa nama diperkirakan gross tonnage (GT) 5 berlayar tanpa dilengkapi dokumen.

Kapal ini membawa muatan 53 pekerja migran ilegal dengan rincian 34 orang pria dewasa dan 17 perempuan dewasa.

“Dan balita perempuan berusia 22 bulan dan 1 orang sebagai tekong atau nahkoda kapal,” kata Julius.

Selanjutnya, pada pukul 00.14 WIB, kapal tersebut dibawa menuju Posmat Bagan Asahan untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. Karena kondisi air sedang surut, kapal tanpa nama GT 5 saat ini masih lego di depan Posmat Bagan Asahan dengan diawasi oleh tim Patroli Keamanan Laut.

Sekitar pukul 03.30 WIB, petugas kemudian melakukan pendataan identitas penumpang.

Dari pendataan tersebut didapatkan nama nahkoda Junaidi Munte (39) asal Tanjungbalai. Sementara, pemilik kapal bernama Nani yang beralamat di Pematang, Kabupaten Asahan.

Julius menambahkan, penggagalan ini sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono bahwa TNI AL berkomitmen untuk terus menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yuridiksi nasional.

“Termasuk terhadap segala bentuk penyelundupan tanpa pandang bulu,” imbuh dia. (kpc)

Baca Tribun Jogja edisi Sabtu 08 Januari 2022 halaman 02

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved