Breaking News:

Travel

Berawal dari Lahan Tak Diperhatikan, Kini Lembah Si Cangkring Jadi Destinasi Kuliner Favorit

Lembah Si Cangkring, destinasi untuk berburu kuliner tradisional dan menikmatinya di pinggir Sungai Krasak.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Pengunjung menikmati kuliner jadoel di Lembah Si Cangkring , Dusun Jambeyan, Banyurejo, Tempel, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lembah Si Cangkring , di Dusun Jambeyan, Kalurahan Banyurejo, Tempel kini ramai didatangi banyak pengunjung.

Setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, banyak warga berdatangan untuk berburu kuliner tradisional dan menikmatinya di pinggir Sungai Krasak yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 

Siapa sangka, sebelum ramai menjadi jujugan banyak orang, Lembah Si Cangkring, di perbatasan Sleman dan Magelang ini dulunya adalah lahan sawah - pekarangan milik Kalurahan Banyurejo, yang banyak ditumbuhi tanaman liar. 

"Dulunya ini sawah pekarangan, tanah kas desa, banyak tumbuhan liar. Lahan yang tidak diperhatikan. Kemudian setelah diberi izin mengelola, kami bersihkan," kata Bendahara sekaligus Inisiator Lembah Si Cangkring , Adriyantopo, Sabtu (8/1/2022). 

Baca juga: Lembah Si Cangkring, Tempat Favorit Berburu Kuliner Jadoel di Sleman

Perjuangan hingga akhirnya bisa ramai dan dikunjungi banyak orang tidaklah mudah.

Andriyantopo bercerita, awal mula lahan dibersihkan tahun 2018.

Setelah itu, Desember akhir 2020, Ia mengajak warga untuk berjualan.

Namun peminatnya sedikit.

Karena saat itu, lokasinya masih sepi dan warga lebih tertarik berjualan online. 

Tanggal 1 Januari 2021 resmi dibuka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved