Musik Zone

Angkat Fenomena TKW, Kelompok Musik Tjongpick Rilis Lagu Ngatidjem

Setelah vakum hampir satu dekade, Tjongpick, kelompok musik keroncong alternatif asal Yogyakarta, akan kembali menunjukkan eksistensinya.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Grup musik Tjongpick rilis lagu ‘Ngatidjem’ 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah vakum hampir satu dekade, Tjongpick, kelompok musik keroncong alternatif asal Yogyakarta, akan kembali menunjukkan eksistensinya.

Tjongpick akan merilis lagu baru berjudul ‘Ngatidjem’.

Lagu ini akan dirilis secara resmi pada 11 Januari 2022 melalui kanal YouTube tjongpick_official.

Setelahnya, lagu akan tersedia di media platform seperti iTunes, Spotify, Joox, dan berbagai media publisher Netrilis.

Baca juga: Ini Dia 5 Sepeda Motor Honda Terlaris 2021 di Yogyakarta dan Sekitarnya

Lagu ‘Ngatidjem’ merupakan lagu yang menceritakan mengenai fenomena permasalahan Tenaga Kerja Wanita (TKW).  

Seperti sering diberitakan media, banyak TKW mendapatkan perilaku tidak adil dari majikan mereka. Tak sedikit pula yang mengalami kekerasan fisik maupun psikologis.

Lagu ‘Ngatidjem’ mengangkat permasalahan TKW dari sisi perempuan yang berangkat menjadi pahlawan devisa, sekaligus dari sisi keluarga yang ditinggalkan di Indonesia.

“Kami berharap melalui lagu Ngatidjem ini dapat diterima semua generasi. Sehingga musik keroncong bisa lestari sebagai peninggalan warisan budaya Indonesia,” ucap Seno, vokalis Tjongpick, Sabtu (8/1/2022).

Dalam pengerjaan karyanya, kelompok musik yang berdiri sejak 29 September 1999 ini, bekerjasama dengan Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi (YRKSA).

Diketahui, YRKSA bergerak di bidang isu sosial dan kesehatan mental, juga dibantu oleh studio Aduhai dalam pembuatan video clip campaign ini.

Lagu ‘Ngaditjem’ dipilih sebagai simbolisasi dan bentuk suara yang dilandasi pengetahuan, cinta, keadilan, pengabdian, dan kesabaran dalam kehidupan.

“Semoga melalui karya ini, akan lahir pengetahuan dan kesadaran bagi teman-teman TKW tentang sebuah keputusan diri menjadi seorang TKW dengan beragam konsekuensinya,” kata Sekartaji Ayuwangi, pendiri YRKSA.

Ia berharap, negara semakin mampu mengatasi isu sosial yang nyata terjadi di masyarakat ini dengan sebaik-baiknya, sebenar benarnya atas dasar sebuah kebenaran bagi keadilan, kesejahteraan bagi masyarakat.

Baca juga: Wantimpres Muhammad Mardiono Jadi Orang Tua Asuh bagi 9 Anak Yatim Piatu karena Covid-19 Asal Bantul

Setelah Tjongpick merilis video ‘Ngatidjem’, yayasan juga berencana akan membuka pelayanan untuk kesehatan mental gratis bagi TKW.

“Harapannya, layanan ini akan membawa dampak baik bagi masyarakat, dan isu TKW semakin mendapat perhatian negara maupun pihak-pihak lain,” tukasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved