Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Usung Arsitektur Jawa Tempo Dulu, Masjid Nur Azizah Pemkab Klaten Telah Diresmikan

Masjid yang dibangun ulang pada tahun 2021 itu mengusung konsep Jawa tempo dulu serta menyerupai Masjid Demak dan menelan biaya hingga Rp 7,3 miliar.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah jamaah saat bersiap melaksanakan salat jumat di Masjid Nur Azizah Pemkab Klaten, Jumat (7/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Masjid Nur Azizah di kompleks perkantoran Pemkab Klaten , Jawa Tengah mulai diresmikan penggunaannya dengan menggelar Salat Jumat perdana pada Jumat (7/1/2022).

Masjid yang dibangun ulang pada tahun 2021 itu mengusung konsep Jawa tempo dulu serta menyerupai Masjid Demak dan menelan biaya hingga Rp 7,3 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim), Pramana Agus Wijanarko mengatakan, secara umum masjid tersebut sudah bisa digunakan oleh jemaah untuk melaksanakan salat 5 waktu dan salat Jumat.

"Secara umum sudah bisa dipergunakan jemaah untuk salat 5 waktu, untuk menambah nyaman lagi mungkin akan kita tambah daya listrik dan tambah AC," ujar Pramana saat Tribunjogja.com temui seusai Salat Jumat di Masjid itu.

Baca juga: Wabup Klaten Yoga Hardaya Sebut Pelaksanaan Prokes saat PTM 100 Persen di Sekolah Berjalan Baik

Menurut dia, pengelolaan Masjid Nur Azizah tersebut sudah diserah terimakan kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Klaten pada akhir tahun 2021 lalu.

"Ini sudah kami serahkan asetnya ke bagian kesra, mudah-mudahan nanti kesra yang juga masuk dalam takmir masjid mengusulkan tambah daya listrik dan tambah AC," imbuhnya.

Pramana kemudian menjelaskan total biaya pembangunan masjid itu menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Klaten hingga Rp 7,3 miliar.

"Ini totalnya Rp 7,3 miliar. Jadi ini dari konstruksi hingga finishing seperti pengadaan mimbar, fasilitas lainnya. Ini kayunya kayu jati. Modelnya memang seperti arsitektur Masjid Demak," ungkapnya.

Adapun terkait luas masjid, lanjut Pramana sekitar 600 meter persegi dan sanggup untuk menampung sekitar 400 jemaah jika tidak menerapkan jaga jarak atau physical distancing.

Baca juga: Wakil Bupati Klaten Lantik 96 Pejabat Fungsional : Semuanya Wajib Bekerja Maksimal

"Tapi kalau jaga jarak daya tampungnya sekitar 200 jemaah," jelasnya.

Sementara itu Kabag Kesra Setda Klaten, Mujab membenarkan jika Masjid Nur Azizah itu pengelolaannya sudah diserah terimakan oleh Disperakim Klaten ke Bagian Kesra Setda Klaten.

"Alhamdulillah atas himbauan ibu bupati (Sri Mulyani) mulai hari jumat tanggal 7 Januari dilaksanakan untuk Salat Jumat. Ini sudah diserah terimakan ke kesra. Kita akan rapatkan untuk pembentukan takmir masjid," jelasnya.

Ia mengatakan, Masjid Nur Azizah itu sebelumnya merupakan musala Pemkab Klaten dan saat dibangun ulang dirubah menjadi masjid agar lebih banyak menampung jemaah.

"Betul, ini dulunya musala sekarang berubah jadi masjid. Ini nama Masjid Nur Azizah yang mengasih ibu bupati. Itu artinya cahaya kasih sayang," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved