Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Soal Vaksin Booster Berbayar, RS di DIY Tunggu Aturan Pemerintah
Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) DIY masih menunggu keputusan dari pemerintah mengenai program vaksin berbayar.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diketahui memberlakukan dua skema bagi penerima vaksin penguat atau booster vaksin, yakni gratis dan berbayar untuk pengendalian Covid-19.
Namun, sejumlah rumah sakit (RS) yang dikelola oleh pemerintah dan juga swasta di Yogyakarta mengaku belum menerima informasi yang detail mengenai vaksin penguat (booster) berbayar.
Sekretaris Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) DIY, Bima Achmad Bina Nurutama mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah mengenai program vaksin berbayar.
Baca juga: Daftar Prakiraan Harga dan Jenis Vaksin Booster Mandiri di Indonesia, Ini Kata Pemerintah
Oleh karenanya, anggota RS juga belum ada yang melayani program vaksinasi berbayar kepada masyarakat di wilayah setempat.
Namun, jika aturan itu turun pihaknya siap untuk membuka layanan.
"Kalau untuk perihal vaksin berbayar RS swasta siap menyambut program tersebut, tetapi sejauh ini belum ada pelaksanaan yang bisa mengerjakan di Jogja. Kita juga masih menunggu keputusan dari pemerintah," kata Bima, Jumat (7/1/2022).
Humas RS Panti Rapih, Maria Vita menyebut, meski wacana vaksin penguat berbayar telah mengemuka beberapa waktu ini namun pihaknya belum memiliki program ke arah itu.
Baca juga: DIY Usulkan Vaksin Booster Diprioritaskan Untuk Tenaga Pendidik
"Semua menunggu arahan dari Dinas Kesehatan. Saat ini RS Panti Rapih sama sekali belum memiliki wacana ke arah sana," kata dia.
Senada, Direktur Utama RS Pratama Jogja, Arif Haritono mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih fokus melakukan vaksinasi kepada warga untuk dosis pertama dan juga kedua.
Apalagi program vaksin anak di wilayah setempat belum selesai 100 persen.
"Kita RS belum dapat info, ini baru fokus vaksin dosis 1 dan 2 serta vaksin anak," jelas Arif. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksinasi-gotong-royong.jpg)