Breaking News:

Berita Bisnis Terkini

Sepi Pembeli, Perajin Bambu di Sleman Minta Pemerintah Bantu Pemasaran

Selain pemasaran, perajin bambu berharap pemerintah dapat membawa wisatawan datang ke Pusat Kerajinan Bambu Cebongan untuk berbelanja.

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Pusat Kerajinan Bambu Cebongan, Sleman sepi pengunjung, Jumat (07/01/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Perajin bambu di Cebongan, Tirtoadi, Mlati, Sleman mengeluhkan sepinya pembeli.

Pandemi Covid-19 membuat penjualan kerajinan bambu di Pusat Kerajinan Bambu Cebongan turun drastis.

Poniyem (60) mengatakan ia menjadi perajin bambu sejak 1985.

Sejak dulu meja kursi set adalah yang paling laris.

Baca juga: Kanoppi2 Dorong Tumbuhnya Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Jati, Madu dan Bambu

Dalam satu bulan, ia bisa menjual 6 hingga 7 set.

Namun sejak pandemi penjualannya turun, hanya satu set saja yang bisa ia jual.

Kerajinan bambunya sudah dipasarkan di berbeagai daerah.

Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga mancanegara.

"Paling banyak ke Australia. Tetapi sekarang sudah tidak lagi. Sejak pandemi penjualan turun banget, sekarang saja masih sepi,"katanya kepada Tribunjogja.com , Jumat (07/01/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved