Breaking News:

Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Seusai Disalatkan, Jenazah Santri Korban Hanyut di Sungai Elo Magelang Dibawa ke Rumah Duka di Jabar

Setelah disalatkan, korban kedua Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lu’lu’ Wal Marjan, Bumirejo, Mungkid, Kabupaten Magelang yang hanyut di Sungai Elo

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Jenazah korban hanyut di Sungai Elo, Magelang usai disalatkan di Masjid Ponpes Lu’lu’ Wal Marjan, Kamis (06/01/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Setelah disalatkan, korban kedua Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lu’lu’ Wal Marjan, Bumirejo, Mungkid, Kabupaten Magelang yang hanyut di Sungai Elo langsung dibawa ke rumah duka di daerah Jawa Barat.

Sebelumnya, korban atas nama Muhamad Balghi Dwi Meydinansyah (12) asal Argasunya, Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat sudah mendapatkan identifikasi oleh tim inavis Polres Magelang usai ditemukan pada Kamis (06/01/2022) pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Mungkid, AKP Mohamad Ahdi membenarkan, korban akan dikebumikan di kampung halamannya di daerah Jawa Barat (Jabar).

Baca juga: Berita Kriminal, Maling Kuras Isi 9 Kotak Infak di Salah Satu Warung Bakso Manisrenggo Klaten

"Setelah ditemukan pagi tadi, korban langsung dibawa ke RSU Muntilan. Lalu, disalatkan di Ponpes kemudian langsung dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans untuk dikebumikan di sana (kediamannya)," ucapnya pada Kamis (06/01/2022).

Hal serupa pun, dilakukan pada jenazah pertama atas nama Fazril Fadillah Adha (13) asal Sukra Wetan, Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pada Rabu (05/01/2022).

Korban pun dikebumikan di alamat asalnya pada sore kemarin.

Adanya kejadian ini, pihak Polsek Mungkid pun mengimbau agar masyarakat untuk tidak lagi menggelar kegiatan apapun di sekitaran sungai.

Karena, kejadian seperti ini tidak terjadi pertama kali saja. Namun, sudah berulang kali.

"Ya, ini jadi pelajaran bersama untuk tidak membuat atau menggelar kegiatan di sekitaran sungai, karena sangat berbahaya," ucapnya.

Baca juga: Ibu dari Anak Yang Jual Perabot Rumah Milik Orangtuanya di Bantul Telah Mencabut Laporannya

Sementara itu, Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, hasil pemeriksaan Unit Inafis bersama dengan tenaga medis dr Beti Wulandari diketahui fisik jenazah dengan tinggi badan 166 cm, terdapat Hematum di kening, hidung mengeluarkan darah, dan tubuh bersih tanpa luka.

Dari hasil pemeriksaan juga tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan pada korban

"Hidung korban mengeluarkan darah dikarenakan tekanan pada paru-paru saat tenggelam. Korban meninggal dikarenakan mengalami gagal nafas akibat tenggelam,” ucapnya.

Atas musibah ini, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut. Serta, membuat surat pernyataan dan surat menolak untuk dilakukan autopsi. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved