Tingkatkan Kinerja Perguruan Tinggi, UMY dan UMT Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Pengabdian dilakukan dengan bekerja sama dengan UMKM Batik Sekarniti dan Onggo-Onggo Craft di Nanggulan, Kulon Progo

ist
MENGABDI - Kolaborasi pengabdian masyarakat antara UMY dan UMT kepada UMKM di Nanggulan, Kulon Progo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Hal ini menjadi perhatian tersendiri dari Bambang Jatmiko dan Gatot Supangkat, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) serta Agus Yulistiyono dan Abdul Karim, Universitas Muhammadiyah Tanggerang (UMT) untuk melakukan kolaborasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Pengabdian dilakukan dengan bekerja sama dengan UMKM Batik Sekarniti dan Onggo-Onggo Craft di Nanggulan, Kulon Progo.

Kolaborasi yang dilakukan oleh dua kampus Muhammadiyah ini adalah dengan mengaplikasikan keilmuan dan memberikan solusi kepada masyarakat berbasis kepakaran.

Dalam menjalankan pengabdian, tim dosen ini mendapat dukungan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Lembaga Pengabdian Masyarakat UMY dan UMT.

Bambang Jatmiko mengungkapkan, kolaborasi pengabdian ini berkaitan dengan adanya peningkatan kinerja pengabdian, penelitian, dan pendidikan.

Pengabdian merupakan proses untuk membina perguruan tinggi lainnya untuk bersama-sama memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. 

“Permasalahan yang ditemui pada kedua UMKM ialah sumber daya manusia yang kerap kali berganti, serta adanya masalah pada Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Pandemi Covid-19 juga mempengaruhi produktivitas. Untuk itu kami bantu berikan mesin produksi dan pengering serat alami,” imbuhnya.

Dengan adanya pembinaan dan bantuan alat produksi yang diberikan oleh PKM ini, Tomo pemilik Batik Sekarniti, dan Darto pemilik Onggo-Onggo Craft berharap dapat meningkatkan produktivitasnya. 

“Kami dibantu dengan alat pengering, hampir 80 % material yang kami gunakan pasti melewati proses pewarnaan yang pasti membuat material basah. Selama ini, kami hanya menggunakan pengering alami berupa sinar matahari. Adanya bantuan mesin ini membuat kinerja kami lebih efisien dan produktivitas kami meningkat,” jelas Darto.

Selain itu, pembinaan lain yang diberikan oleh kelompok PKM adalah berupa verifikasi produk berbasis situs web. Tomo mengaku, selama pandemi, UMKM yang ia kelola mengalami penurunan permintaan, namun merasa terbantu dengan adanya penjualan berbasis daring. “Kami tentunya berharap agar pandemi ini segera berakhir sehingga kami bisa memperluas pasar dan penjualan, serta semakin produktif,” pungkas Tomo. (*/rls/ays)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved