Kuliner Jogja
Saking Ramainya, Pelanggan Rela Antre Satu Jam untuk Mencoba Mi Ayam Bakar di Sleman
Mi ayam adalah kuliner Indonesia yang populer, termasuk di Yogyakarta. Warung mi ayam bisa ditemui di mana saja.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Mona Kriesdinar
Mi ayam adalah kuliner Indonesia yang populer, termasuk di Yogyakarta. Warung mi ayam bisa ditemui di mana saja. Mulai di tengah kota hingga pelosok perdesaan. Selain karena harganya yang relatif murah, mi ayam juga menjadi makanan yang mengenyangkan. Satu kombinasi yang jelas diidam-idamkan, terutama untuk anak kos.
JIKA biasanya mi ayam berkuah, namun berbeda dengan mi ayam malam yang berada di Jalan Pringgodiningrat, Pangukan, Sleman.
Mi ayam yang dijual oleh Irnawati (40) tersebut dikreasikan dengan cita rasa masakan bakar. Sehingga kuliner Jogja yang satu ini memang menarik perhatian para pecinta mi ayam.
Meski dilabeli mi ayam bakar namun cara memasaknya tetap direbus seperti mi ayam biasa. Hanya saja mi yang sudah direbus tersebut kemudian ditiriskan.
"Setelah itu dibungkus dengan daun pisang, kemudian dimasukkan ke dalam oven," ucapnya, Senin (3/1/2022).
Warga Sanggrahan, Tlogoadi, Sleman tersebut mengungkapkan, ide untuk menciptakan mi ayam bakar datang akibat pandemi Covid-19. Sejak pandemi, penjualannya menurun drastis.
Ia pun berpikir untuk membuat menu baru. Setelah coba-coba, akhirnya terciptalah mi ayam bakar tersebut.
"Kalau mi ayam goreng kan sudah ada, nah yang belum ada bakar. Akhirnya coba-coba," ucap Isna.
Mi ayam bakar memiliki daya tarik tersendiri. Sebab banyak pembeli yang penasaran ingin mencoba. Terlebih pembeli yang berasal dari luar Yogyakarta. Saking tingginya minat pembeli terhadap mi ayam bakar, ada pembeli yang rela antre sampai satu jam.
"Kemarin pas libur tahun baru banyak sekali yang pesan mi ayam bakar. Tetapi kan memang pembuatannya lebih lama, jadi harus antre. Ada yang sampai sejam nunggu, karena penasaran," terangnya.
Murah
Selain rasanya yang nikmat, pembeli mi ayam ini juga dimanjakan dengan harga yang terjangkau.
Untuk setiap porsi mi ayam bakar, pembeli cukup membayar dengan harga Rp8.000 saja.
Tak hanya itu, pembeli juga bisa menikmati suasana malam di Sleman bersama keluarga. Meski menjadi daya tarik, namun konsep luar ruangan menjadi tantangan tersendiri bagi Irnawati.
"Ini kan pakai taman dari pemerintah, tantangan kalau outdoor, ya, hujan. Cuma bisa bungkus aja. Penjualan juga turun, tidak seperti kalau (ketika cuaca) cerah," lanjutnya.
Setiap harinya dia menyiapkan 15 kg mi. Namun jika cuaca sedang hujan, ia hanya bisa menjual sekitar 5 hingga 6 kg saja. (Christi Mahatma Wardhani)
Baca Tribun Jogja edisi Selasa 04 Januari 2022 halaman 01