Breaking News:

Berita Bisnis Hari Ini

Harga Telur di Gunungkidul Berangsur Normal Pasca Nataru, Minyak Goreng Masih Tinggi

Harga telur ayam yang sempat menyentuh Rp 30 ribu per kg, sekarang turun ke Rp 28 ribu per kg.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
freepik
Ilustrasi Telur Ayam 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Selepas libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), permintaan komoditas bahan pokok (bapok) mulai berkurang.

Kondisi ini pun berpengaruh pada harga sejumlah komoditas di Gunungkidul, yang sebelumnya melambung tinggi.

Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Sigit Haryanto menyampaikan turunnya harga paling dirasakan pada telur ayam.

"Sudah turun, sekarang di kisaran Rp 28 ribu per kilogram (kg)," kata Sigit dihubungi pada Senin (03/01/2022).

Ia mengungkapkan, turunnya harga telur ayam mulai tampak sejak Minggu (02/01/2022) pagi kemarin.

Baca juga: Banyaknya Peternak yang Kurangi Produksi Dinilai Berdampak Pada Mahalnya Telur Ayam di Gunungkidul

Adapun sebelumnya, harga komoditas ini sempat menyentuh lebih dari Rp 30 ribu per kg.

Turunnya harga juga terjadi pada cabai rawit merah yang kemarin tercatat di kisaran Rp 60 ribu per kg.

Namun, Sigit mengatakan harga minyak goreng yang saat ini masih stabil tinggi.

"Minyak goreng kemasan kemarin masih di kisaran Rp 19 ribu per liter," ungkapnya.

Sigit menilai naiknya beberapa komoditas pangan terjadi akibat permintaan konsumen yang ikut meningkat selama Nataru.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved