Cahaya Jumat

Muhasabah, Melakukan Introspeksi Diri.

Setiap insan yang mampu menyempatkan dirinya bermuhasabah akan banyak mendapatkan manfaat maupun hikmah.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Jamilludin SSosI, Sekretaris LDNU PW DI Yogyakarta 

Oleh : Jamilludin, S.Sos.I, Sekretaris LDNU DIY

TRIBUNJOGJA.COM - Muhasabah mendapatkan tempat yang baik dalam Islam. Setiap insan yang mampu menyempatkan dirinya bermuhasabah akan banyak mendapatkan manfaat maupun hikmah. Muhasabah dengan pengertian melakukan introspeksi diri.

Tidak sedikit manusia yang belum mampu mengenali dirinya sendiri sehingga akan mengalami kehilangan jati diri. Saat mendapat cobaan dalam hidup yang muncul adalah rasa gagal, pesimis bahkan membawa pada sifat kufur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Imam Al-Ghazali mengutip Surat Al-Hasyr ayat 18 yang mengandung keutamaan muhasabah. Menurutnya, Surat Al-Hasyr ayat 18 mengisyaratkan manusia untuk melakukan muhasabah atas perbuatan yang telah dilakukan. Dalam Al Qur'an Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hasyr : 18).

Dari ayat tersebut, manusia diingatkan untuk bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukannya tersebut. Baik disadari atau tidak, perbuatan yang telah dilakukan pada saatnya akan menjadi timbangan amal.

Ketika amal baik yang lebih berat maka akan mendapat balasan kebaikan. Sebaliknya apabila amal buruk yang lebih berat tentu akan mendapat balasan keburukan. Oleh karenanya, dengan Muhasabah yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak munculnya sikap kehati-hatian, untuk tidak melakukan perilaku buruk yang berulang.

Sayyidina Umar RA, kata Imam Al-Ghazali, menganjurkan kita untuk melakukan Muhasabah. “Hendaklah kalian lakukan muhasabah atas diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah perbuatan kalian sebelum ia kelak ditimbang.”

Perlu diketahui bahwasanya, tujuan dari introspeksi diri tersebut yaitu agar manusia lebih mawas diri. Bahkan, dirinya menilai sendiri dan tidak perlu mendapat penilaian dari orang lain. Artinya, ia selalu memiliki kesadaran dalam bersikap, berkata dan berbuat.

Imam Al-Ghazali dalam karyanya, Ihya Ulumiddin, mengupas hakikat Muhasabah atau introspeksi diri selain menyebutkan keutamaannya. Imam Al-Ghazali menganjurkan seseorang mengalokasikan waktu untuk muhasabah atau introspeksi diri pada pagi hari.

Pagi hari menjadi waktu yang sangat baik dalam melakukan muhasabah, karena menjadi permulaan sebelum melakukan aktivitas belajar, bekerja, berdagang dan lainnya. Sehingga di pagi hari bagi seseorang yang telah melakukan muhasabah, dirinya dapat memetakan hal apa saja yang bisa dilakukannya agar semakin lebih baik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved