Berita Kriminal Hari Ini

Buat Laporan Palsu, Apoteker yang Juga Residivis di Sleman Tilep Uang Apotek Rp 1,6 Miliar 

Ia yang bekerja sebagai Apoteker di sebuah Apotek di Jalan kaliurang , Kabupaten Sleman nekat menggelapkan uang hasil penjualan Obat .

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
KBO Reskrim Polres Sleman Ipda Muh Safiudin bersama Kanit IV Sat Reskrim Polres Sleman Iptu Apffryadi dan didampingi Kasihumas Polres Sleman Iptu Edy Widaryanta, menunjukkan pelaku berikut barang bukti di Mapolres Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kebutuhan ekonomi dan tergiur keuntungan bisa membuat orang gelap mata. Itu yang dilakukan TH (41) warga Kalimantan Barat.

Ia yang bekerja sebagai Apoteker di sebuah Apotek di Jalan kaliurang , Kabupaten Sleman nekat menggelapkan uang hasil penjualan Obat .

Nilai kerugian mencapai Rp 1,6 miliar dalam kurun waktu 2,5 tahun.

Kini, perempuan yang juga residivis dalam kasus serupa, kembali mendekam di sel tahanan Polres Sleman

KBO Reskrim Polres Sleman Ipda Muh Safiudin mengatakan, dugaan penipuan yang dilakukan oleh TH dimulai sejak Oktober 2019 hingga Juni 2020.

Kejadiannya bermula ketika pelaku dipercaya mengelola satu Apotek di Jalan kaliurang .

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 30 Desember 2021: Keluarkan 4 Kali Guguran Lava Pijar 1,5 Km ke Barat Daya

Selama bekerja itu, pelaku seringkali menjual obat ke pihak lain.

Namun uang hasil penjualan obat tidak pernah disetorkan ke perusahaan. 

"Modus pelaku adalah menggunakan uang hasil penjualan obat di apotek , yang kemudian untuk menutupi perbuatannya, pelaku membuat laporan Transaksi Palsu ," kata dia, didampingi Kasihumas Polres Sleman Iptu Edy Widaryanta, di Mapolres Sleman, Selasa (28/12/2021) tempo hari. 

Aksi membuat Laporan palsu itu dilakukan pelaku berulang-ulang. Hingga akhirnya, lama kelamaan terjadi defisit atau kekurangan setoran.

Untuk menutupi perbuatannya, pelaku membuat sejumlah laporan Transaksi Palsu .

Alhasil, ketika di audit internal, pihak apotek mengalami kerugian senilai Rp 1,6 miliar. 

Pelaku akhirnya ditangkap pihak berwajib pada Desember 2021. Saat ditangkap, pelaku sudah resign sebagai Apoteker di Jalan kaliurang dan menjadi Apoteker di salah satu Apotek di Jakarta.

Usut punya usut, pelaku ternyata adalah seorang residivis yang pernah terjerat kasus serupa di apotek lain. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved