Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Harga Minyak Goreng di Klaten Naik, Disdagkop UKM Segera Lakukan Operasi Pasar

Jika biasanya harga minyak goreng dijual seharga Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu per liter di Klaten, tapi belakangan naik jadi Rp 20 ribu per liter.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
freepik.com
Ilustrasi Minyak Goreng 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengalami lonjakan sejak beberapa hari terakhir.

Minyak goreng kemasan normalnya dibanderol Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu per liternya.

Namun menjelang tahun baru 2022 ini, harga minyak goreng naik jadi Rp 20 ribu per liternya.

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Usaha Perdagangan Disdagkop dan UKM Klaten, Dewi Wismaningsih, mengatakan meski harga minyak goreng naik namun untuk stok di pasaran masih aman.

Baca juga: Harga Telur, Cabai, dan Minyak Goreng di Sleman Masih Tinggi Jelang Nataru

"Secara umum memang ada kenaikan khususnya minyak goreng, tapi stoknya masih aman terkendali dan harganya juga masih terjangkau," paparnya saat TribunJogja.com temui di kantornya, Rabu (29/12/2021).

Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga minyak goreng dan bahan pokok lainnya dalam beberapa hari ke depan.

"Nanti kalau harganya terus naik kita akan lakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian ke pedagang-pedagang," jelasnya.

Kemudian, pihaknya juga bakal melakukan operasi pasar untuk minyak goreng pada Jumat (31/12/2021) di sejumlah pasar-pasar tradisional di Klaten.

"Kita akan operasi pasar terkait minyak goreng ya, kuotanya memang kecil ya, hanya 660 liter minyak goreng," katanya.

Baca juga: Ribuan Buruh Tani Tembakau dan Buruh Pabrik Rokok di Klaten Digelontor BLT Senilai Rp 6,2 Miliar

Meski demikian, pihaknya berharap dengan melakukan operasi pasar khusus minyak goreng itu, harga minyak goreng di pasaran bisa mengalami penurunan.

"Upaya ini tujuannya agar para pelaku UMKM dan masyarakat yang ekonominya lemah bisa terpenuhi kebutuhannya akan minyak goreng," katanya. 

Sementara itu, Sarjana (43) pedagang gorengan di Klaten mengapresiasi dilakukannya operasi pasar untuk minyak goreng itu.

"Kalau benar ada operasi pasar untuk minyak goreng saya tentu mengapresiasi, semoga benar-benar terealisasi," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved