Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Gegara Faktor Ekonomi dan Bertengkar Terus Menerus, 1.268 Istri di Klaten Gugat Cerai Suami

Pengadilan Agama (PA) Klaten mencatat sebanyak 1.268 istri di daerah itu menggugat cerai suaminya sepanjang tahun 2021.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Ketua Pengadilan Agama Klaten, Tubagus Masrur 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 1.268 istri di daerah itu menggugat cerai suaminya sepanjang tahun 2021.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, selain soal perekonomian atau gaji, penyebab terbanyak di balik perceraian yakni adanya perselisihan terus menerus antara istri dan suami.

Ketua Pengadilan Agama (PA) Klaten, Tubagus Masrur menyampaikan hingga 16 Desember 2021, pihaknya telah menerima 2.175 perkara gugatan.

"Perkara yang diterima Pengadilan Agama Klaten didominasi oleh kasus Cerai Gugat (istri gugat cerai suami) sebanyak 1.268 perkara, diikuti cerai talak (suami ceraikan istri) sebanyak 444 perkara dan perkara lainnya," ujarnya saar Tribunjogja.com temui di ruang kerjanya, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Ratusan Anak Yatim Piatu di Klaten Terima Bantuan Senilai Rp 1,1 Miliar

Menurutnya, penyebab perceraian di Klaten diantaranya disebabkan oleh faktor perekonomian, meninggalkan pasangan tanpa kabar berita, hingga pertengkaran yang terjadi secara terus menerus.

Ia merinci, sebanyak 300 kasus perceraian di tahun 2021 disebabkan karena meninggalkan pasangan tanpa kabar berita, kemudian perceraian karena kasus ekonomi sebanyak 457 perkara dan pertengkaran secara terus menerus sebanyak 801 perceraian.

Kemudian, kata dia, dari jumlah 2.175 perkara yang masuk di tahun 2021 tersebut, perkara yang telah diputus oleh pihaknya berjumlah 2.049 perkara dan sisa perkara yang masih berjalan dan belum diputus sejumlah 126 perkara.

"Meski jumlah hakim terbatas yaitu sebanyak 4 orang termasuk Ketua dan Wakil Ketua, Pengadilan Agama Klaten sampai dengan tanggal 16 Desember 2021, telah memutuskan dan menyelesaikan perkara dengan persentase 94,21 persen," jelasnya.

Disamping itu, lanjut Tubagus Masrur, dispensasi kawin yang masuk ke pihaknya sepanjang tahun 2021 sebanyak 303 perkara.

Adapun, dispensasi kawin pada tahun 2021 meningkat dilatarbelakangi UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, yang kemudian direvisi dengan UU No 16 Tahun 2019, yang mana menyebutkan bahwa usia minimal untuk menikah yang dahulu 16 tahun menjadi 19 tahun baik laki-laki maupun perempuan.

Baca juga: Ribuan Buruh Tani Tembakau dan Buruh Pabrik Rokok di Klaten Digelontor BLT Senilai Rp 6,2 Miliar

"Sehingga dibutuhkan dispensasi kawin apabila pasangan laki-laki atau perempuannya berusia di bawah 19 tahun. Dalam prosesnya, sebagian besar permohonan dispensasi kawin dilatarbelakangi dengan alasan hamil diluar nikah, sebuah permasalahan yang harus menjadi perhatian bagi semua pemangku kebijakan di Kabupaten Klaten," tuturnya.

Sebelumnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten bersama Pengadilan Agama Klaten meluncurkan inovasi baru yakni program Layanan Cerai Mendapatkan Dokumen Status Baru (Laradaku).

Inovasi itu merupakan hasil kerjasama antara kedua instansi tersebut.

"Melalui inovasi Laradaku kita harapkan bisa memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Tak terkecuali pelayanan administrasi bagi penduduk. Ini bagian dari memberikan layanan bagi masyarakat terkait dokumen dengan status kependudukan yang baru," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten Sri Winoto, Rabu (15/12/2021). ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved