Breaking News:

Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi Sebagai Resolusi Nasional 2022 (Dari Yogya Menabur Optimisme)

Situasi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam satu dua bulan terakhir ini nampak berbeda, jika dibandingkan beberapa bulan lalu.

Editor: ribut raharjo
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Warga mendapatkan suntikan vaksin dalam kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan BINDA DIY di Kalurahan Mulyodadi, jumat (17/12/2021) 

Oleh : Dr Andry Wibowo SIK MH MSi

TRIBUNJOGJA.COM - Situasi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam satu dua bulan terakhir ini nampak berbeda, jika dibandingkan beberapa bulan lalu, saat wilayah ini menghadapi lonjakan kenaikan kasus Covid-19.

Saat itu, keputusan pemerintah pusat yang menetapkan status level 4 untuk Yogyakarta, sangat berdampak pada dua sektor utama ekonomi yang menjadi urat nadi kehidupan pemerintah dan masyarakat Yogya, pariwisata dan pendidikan.

Pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat merubah pola beraktivitas dan melemahkan pergerakan roda perkonomian.

Sekolah dan perkuliahan dilakukan secara online, destinasi dan wisata ditutup dan dibatasi, mengakibatkan aktivitas ekonomi yang menunjang wisata dan pendidikan lumpuh. Hotel, kampus, indekost, warung makan, pengerajin, industri makanan melorot pendapatannya.

Dengan vaksinasi gencar dan massif yang dilakukan pemerintah, Yogya kembali. Perlahan ekonomi bergeliat dengan kehadiran secara bertahap wisatawan dan mahasiswa.

Senyum ramah masyarakat Yogya kembali hadir. Ini menunjukkan masyarakat menyambut penuh optimisme tantangan hidup ke depan. Meskipun pada sisi lain perkembangan mutasi virus varian baru masih menjadi ancaman yang membutuhkan kewaspadaan.
 
Optimisme harus selalu ditanam, dirawat dan dijaga menghadapi masa krusial kehidupan di era pandemi. Optimisme yang boleh jadi disebabkan oleh dua hal :

Pertama, dalam sejarah kehidupannya manusia membuktikan dengan segala upayanya selalu berhasil menemukan jalan keluar (solusi) dari krisis yang dihadapi.

Berbagai kisah ketangguhan manusia dunia beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrem dapat dilihat dari cacatan sejarah serbuan wabah penyakit di abad XIX dan XX bahkan jauh sebelumnya seperti cacar, pes, tipus yang menjadi mimpi buruk dunia pada masanya. \

Pandemi flu Spanyol tahun 1918 yang menyeret dunia pada krisis ekonomi berujung dengan pecahnya perang dunia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved