Breaking News:

Mendagri Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Tak Hanya Andalkan Sinovac

Pemerintah terus memacu vaksinasi Covid-19 di daerah demi mencegah penularan varian Omicron.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah terus memacu vaksinasi Covid-19 di daerah demi mencegah penularan varian Omicron .

Agar capaian itu maksimal, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menginstruksikan semua kepala daerah memaksimalkan penggunaan semua jenis vaksin yang tersedia.

Instruksi Tito kepada para kepala daerah tertuang dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 440/7183/SJ tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Varian Omicron serta Penegakan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi yang diteken pada 21 Desember 2021.

Dalam surat tersebut, Tito meminta kepada para kepala daerah agar tidak hanya mengandalkan vaksin merek Sinovac.

"Optimalkan vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Johnson&Johnson," kata Tito sebagaimana dikutip dari SE, Kamis (23/12/2021).

Botol-botol vaksin COVID-19 merek Sinovac yang sudah terpakai.
Botol-botol vaksin COVID-19 merek Sinovac yang sudah terpakai. (TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando)

Tito meminta pula kepada pemerintah daerah untuk mengejar target vaksinasi 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis pertama golongan warga lanjut usia.

Target itu menjadi dasar bagi daerah untuk bisa memulai program vaksinasi yang menyasar anak usia 6-11 tahun.

Program tersebut bakal menyasar 26,5 juta anak dan dimulai di sejumlah daerah pada 14 Desember 2021 lalu.

"Kepala daerah segera menggelar vaksinasi dosis kedua untuk memangkas selisih capaian atau mengurangi perbedaan dosis pertama dan dosis kedua," tegasnya.

Tak lupa, ia menginstruksikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dari tingkat provinsi sampai RT/RW untuk bekerja optimal guna mencegah penularan Omicron.

Laboratorium daerah harus dilengkapi fasilitas tes PCR, S Gene Target Failure, serta memastikan sampel probabel Omicron dilakukan sekuensing genomik.

“Intensifkan tes dan pelacakan kontak erat untuk menemukan kasus Covid-19 di dalam komunitas,” ujarnya..

Kementerian Kesehatan mencatat, capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia per Kamis kemarin, Pukul 12.00 WIB, sebanyak 154.494.115 orang untuk dosis satu. Baru 109.257.071 orang yang telah menerima vaksinasi dosis kedua.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang, sudah menyentuh 74,18 persen untuk suntikan dosis pertama dan baru 52,46 persen untuk dosis kedua. (tribun networ/fik/dod)

Baca Tribun Jogja edisi Jumat 24 Desember 2021 Halaman 02

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved