Breaking News:

Citizen Reporter

Rupa Media Thailand di Era Disrupsi, 'Salam dari Binjai' Sampai ke Negara Gajah Putih

Menurut Jessada Salathong, Ph. D., dari Faculty Communication Art Chulalongkorn University Thailand, perkembangan media khususnya di Thailand saat ini

Editor: Yoseph Hary W

Penulis: Rosita Kusumawati
rositakusmawati@gmail.com
Mahasiswi Sastra Inggris, Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

APA yang terlintas di benak Anda mengenai era disruptif dan atau persoalan mengenai sosial media di era dewasa ini? Menurut Jessada Salathong, Ph. D., dari Faculty Communication Art Chulalongkorn University Thailand, perkembangan media khususnya di Thailand saat ini mengalami perubahan yang sangat signifikan.

Hal itu ia disampaikan pada Youth Communication Day 2021 yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan dengan tema “Communication Challenges in the Age of Hybrid”.

Era disruptif memilki arti sesuatu hal yang terjadi, munculnya inovasi baru yang berkemungkinan menghilangkan suatu hal yang sudah lama ada atau terjadi. Hal ini tak lepas dari sebuah komunikasi yang terjalin antarmanusia.

Komunikasi dapat terjadi dan berproses apabila terdapat pengirim, pesan, hubungan dan penerima dalam sebuah komunikasi tersebut. Ekosistem komunikasi telah berubah dan banyak bergeser selama dekade ini. Perubahan-perubahan ini yang dapat disebut dengan disruptif atau gangguan.

Disruption atau gangguan bisa dari segala aspek, termasuk finansial. Thailand adalah satu negara yang apabila tidak membawa uang cash atau dompet berarti kita tidak dapat membayar atau membeli sesuatu hal. Berbeda dari China. China telah menerapkan teknologi mengenai pembayaran virtual yang mana tidak lagi membutuhkan uang cash untuk melakukan sebuah pembayaran.

Teknologi di era sekarang ini telah banyak mengalami perubahan. Sebagai contoh pada pekerjaan jurnalis terdahulu hanyalah menulis, belum ada kamera seperti sekarang. Khususnya di Thailand, fotografer adalah sesuatu yang sangat rumit. Hal ini terjadi sebelum kita semua mengetahui smartphone.

Tetapi sekarang, karena adanya digital disruption, apabila kita akan mengambil foto, merekam suara untuk berbagai informasi, live social media seperti facebook kita dapat melakukan semuanya dalam satu benda yaitu gadget. Ini adalah sebagai contoh dari media disruption atau digital disruption.

Dalam sebuah studio atau studio TV di Thailand misalnya, tidak ada kru kamera satupun karena mereka menggunakan robot untuk menggantikan kameramen. Untuk itu di Thailand dalam pembacaan berita, membaca pengumuman berita, hanya ada pembawa acara saja yang ada di studio dan tidak ada cameramen. Hal itu karena semuanya terkontrol oleh robot kamera.

Jadi dapat kita lihat, beberapa pekerjaan akan menghilang, peran dari manusia akan dikurangi. Hal tersebut menunjukkan bahwa media atau digital disruption mengubah cara hidup kita, cara mengonsumsi media, pekerjaan, dan berdampak bagi kita.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved