PSIM vs Sulut United

PSIM Yogyakarta: Optimistis dan Wajib Menang Lawan Sulut United

Wajib dan optimistis menang. Spirit ini akan dibawa skuat PSIM pada laga hidup mati melawan Sulut United pada laga terakhir Grup Y babak 8 Besar Liga

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Iwan Al Khasni
DOK.PSIM OFFICIAL
Pemain PSIM Yogyakarta Hapidin meluapkan selebrasi seusai gol lawan Dewa United. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harus menang. Wajib menang. Dan optimistis menang.

Spirit ini akan dibawa skuat PSIM Yogyakarta dalam laga hidup mati melawan Sulut United pada laga pamungkas Grup Y babak 8 besar Liga 2 2021.

Pertandingan yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi itu bakal tersaji pada Kamis (23/12/2021) pukul 21.00 WIB.

Laga yang dilakoni kedua tim ini dipastikan sengit. Sebab, jika ingin mendapat garansi lolos ke semi final, maka keduanya sama-sama membutuhkan kemenangan. Babak semi final akan dihelat pada 27 Desember 2021 mendatang.

Saat ini, Sulut United memang unggul 1 poin dengan total 3 poin dan bertengger di peringkat 2, sedangkan PSIM Yogyakarta baru meraih 2 poin dengan berada di peringkat 3.

Di atas kertas kedua tim imbang dari segi materi pemain. Namun Laskar Mataram, julukan PSIM lebih punya catatan positif selama gelaran Liga 2 2021 ini, lantaran dalam 11 pertandingan terakhir belum terkalahkan.

Hanya saja dalam dua laga terakhir di babak 8 besar, anak asuh Seto Nurdiyantoro dua kali meraih hasil imbang, sedangkan Sulut United berhasil membubuhkan satu kemenangan. Menariknya kemenangan tersebut diraih saat menjamu PSMS Medan, tim yang tak bisa dikalahkan oleh PSIM Yogyakarta kemarin, Senin (20/12/2021).

Akan tetapi, Sulut United harus menelan kekalahan dari Dewa United dengan skor mencolok, 0-2 pada pertandingan sebelumnya, Senin (20/12/2021) lalu. Dan Dewa United merupakan tim yang mampu ditahan imbang 2-2 oleh PSIM Yogyakarta pada 16 Desember 2021 lalu.

Di sisi lain, saat ini posisi Sulut United lebih menguntungkan karena hanya membutuhkan hasil imbang saja untuk lolos ke semifinal, namun dengan syarat PSMS Medan tak meraih poin penuh dengan selisih gol yang mencolok lawan Dewa United.

Hal ini tentu akan jadi kesempatan bagi Dirga Lasut dkk untuk menahan PSIM, karena dalam peluangnya di laga lain, Dewa United akan lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan.

Sedangkan pada waktu yang sama, kemenangan merupakan harga mati bagi Laskar Mataram demi mendapat kesempatan berlaga di semi final, dan membuka peluang promosi ke Liga 1 musim depan.

"Untuk ke depan peluang kami memang kecil, tapi masih ada kesempatan terakhir, dan semua tim masih punya kesempatan untuk lolos ke babak berikutnya," kata Seto seusai timnya meraih hasil imbang kontra PSMS Medan.

Dari sisi pemain yang akan diturunkan Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih PSIM pada laga pamungkasnya, pastinya akan memperhitungkan pemain yang memiliki kebugaran yang lebih. Hal ini menyusul persiapan dan recovery dari pertandingan sebelumnya bakal cukup berdampak bagi performa tim di lapangan.

Adapun Yudha Alkanza yang sudah menepi sekitar dua pertandingan sebelumnya bisa memiliki kesempatan untuk turun pada laga ini, dengan syarat ia sudah benar-benar diklaim sembuh dari cederanya oleh tim medis.
Kehadiran Yudha tentu akan menambah kekuatan bagi pasukan Laskar Mataram di lini tengah yang pada pertandingan sebelumnya kurang begitu tampil optimal.

Di sisi lain Sulut United dipastikan tak akan didampingi pelatih utamanya, Ricky Nelson akibat hukuman karena melakukan protes keras terhadap wasit saat timnya melawan Dewa United. Hal ini sedikitnya bakal memberi keuntungan bagi Beny Wahyudi dkk di lapangan, karena penyokong utama Sulut United tidak berada tepat di pinggir lapangan.

Optimistis menang pun menjadi semangat Laskar Mataram. (tsf)

Baca Tribun Jogja edisi Kamis 23 Desember 2021 Halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved