Breaking News:

KONI DIY Sampaikan 3 Usulan di RKPD DIY Tahun 2023, Termasuk Pengajuan Tuan Rumah PON 2028

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta, Djoko Pekik Irianto tiga usulan terkait upaya pengembangan dan kemajuan olahraga

Dok Humas KONI DIY
KONI DIY saat mengikuti RKPD DIY Tahun 2023, hotel kawasan Malioboro, Selasa (21/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta, Djoko Pekik Irianto tiga usulan terkait upaya pengembangan dan kemajuan olahraga prestasi di DIY.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam kegiatan 'Ekspose Hasil Pokok-Pokok Pikiran DPRD DIY Terhadap RKPD DIY Tahun 2023' yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY di hotel kawasan Malioboro pada Selasa (21/12/2021). 

Hal pertama terkait dengan upaya peningkatan sektor perekonomian di DIY dengan cara mengeksplor pariwisata, dalam hal ini adalah sport tourism dan sport industry.

"Beberapa potensi di daerah kita, misal di Gunungkidul sebelumnya ada kejuaraan selancar ombak yang memiliki daya tarik lumayan tinggi, padahal masih dalam kondisi pandemi, sehingga kalau kemudian dibedah dan dieksplor bukan hanya dapat membangkitkan sektor perekonomian masyarakat DIY, termasuk juga pegunungan yang terkait dengan tantangan, bisa untuk gantole dan paralayang, dan dikembangkan seperti Mandalika," kata Djoko.

Baca juga: Sosok Mbah Minto di Mata Keluarga, Ucup, Hingga Bupati Klaten Sri Mulyani

Selanjutnya, perihal unsur kesehatan diusulkan dapat menggarap sektor olahraga rekreasi masyarakat yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) dengan harapan dapat mengurangi masyarakat yang sakit.

"Kemudian ini dapat mem-back up kerugian yang dialami oleh BPJS, misalnya, mengingat di beberapa negara maju yang ternyata dengan melakukan olahraga dapat membuat kesehatan individu meningkat, dan menurunkan tingkat kunjungan masyarakat ke rumah sakit, sehingga kemudian menjadi sebuah faktor efisiensi dalam hal ekonomi," imbuh dia.

Hal ketiga dikemukakan oleh pria yang juga guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (FIK UNY) ini bahwa ada suatu tawaran pada tahun 2028 akan ada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXII dengan proses bidding di tahun 2022. 

Setelah pada tahun 2021 ada PON XX Papua, lalu tahun 2024 akan ada PON XXI Aceh-Sumut (Sumatra Utara). Dalam hal ini ia mempertanyakan adanya kemungkinan DIY bisa mengajukan diri sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028 bersama dengan provinsi terdekat seperti Jawa Tengah untuk mengikuti proses bidding tersebut.

Hanya saja dengan catatan mempertimbangkan kemampuan anggaran DIY pula. Mengingat tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk dapat menjadi tuan rumah PON.  

Baca juga: Antisipasi Omicron, Pemkab Sleman Berlakukan Swab Sampling dan Vaksinasi di Perbatasan Saat Nataru 

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana yang hadir sebagai narasumber bersama dengan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) DIY, Beny Suharsono, serta moderator dari Koordinator Tenaga Ahli Fraksi DPRD DIY sekaligus Ketua Umum KORMI DIY, Arif Noor Hartanto, merespon dengan mempertimbangkan beberapa masukan yang telah disampaikan oleh KONI DIY dan pihak undangan yang hadir. 

Di samping itu juga meminta kepada KONI DIY untuk membahas perihal tersebut dalam pertemuan selanjutnya dengan rincian detail kegiatan terutama perihal pengajuan tuan rumah PON dan upayanya dalam mengembangkan sport tourism dan sport industry.

"Ini challenge bagi kami semua, melihat (biaya di) PON XX Papua (Tahun 2021) dengan sekitar Rp 11,9 (Triliun) juga ada biaya tidak terhingga. Untuk sport tourism juga banyak yang bisa dikembangkan," kata Beny. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved