Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Bantul dan Sleman Curah Hujan Tinggi, BMKG : Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Hujan masih akan terjadi hingga Maret 2022 mendatang. Hanya saja puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2022.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta sudah memasuki musim hujan sejak Oktober lalu.
Namun curah hujan masih belum terlalu tinggi.
Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Reni Kraningtyas mengatakan hujan masih akan terjadi hingga Maret 2022 mendatang.
Hanya saja puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2022.
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Hari Ini, Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Wilayah Ini
"Akumulasi hujan Desember dominan di Bantul, Sleman, sebagian Kulon Progo dan Gunungkidul. Tetapi paling tinggi di Bantul," katanya saat jumpa pers, Kamis (23/12/2021).
Ia mengungkapkan terjadi La Nina kategori sedang di DIY.
Menurut analisisnya, La Nina terkonsentrasi di Bantul.
Akibatnya akan terjadi curah hujan yang lebih tinggi.
Selain di Bantul, curah hujan tinggi akan terjadi di Sleman.
Dengan analisis tersebut pihaknya meminta agar pemangku kebijakan untuk menyiapkan mitigasi bencana yang mungkin terjadi.
Terutama bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan lainnya.
Baca juga: DLH Sleman Andalkan Sumur Resapan untuk Antisipasi Banjir saat Musim Hujan
"Nah ini yang harus diwaspadai, semua sungai kan hilirnya ke Bantul. Ditambah La Nina terkonsentrasi di Bantul, sehingga ini perlu diantisipasi oleh pemangku kebijakan, agar menyiapkan mitigasinya," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyebut ada potensi banjir lahar dingin Merapi. Hal itu karena curah hujan di Kabupaten Sleman tinggi.
"Desember sudah mulai tinggi, Januari curah hujan sedang hingga lebat. Potensi hujan ekstrem pada Januari dan Februari dimungkinkan terjadi. La Nina cenderung turun dibanding November, tetapi akibat monsun, jad perlu diwaspadai di wialayah kita," lanjutnya.
Pihaknya pun akan terus menginformasikan perkembangan cuaca di DIY.
Sehingag informasi tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyrakat dan pemerintah untuk menyiapkan mitigasi. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/doa-minta-hujan.jpg)