Huawei Gandeng Perusahaan Lokal Asal Yogyakarta, Kolaborasi Kembangkan Alat Pendeteksi K3 

Sebuah perusahaan teknologi yang baru berusia tiga tahun asal Yogyakarta, Widya Robotics, resmi digandeng Huawei, yang merupakan raksasa TI bertaraf

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Pengenalan alat Intelligent Gate yang dikembangkan Huawei, bersama perusahaan asal Yogyakarta, Widya Robotics, Rabu (22/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah perusahaan teknologi yang baru berusia tiga tahun asal Yogyakarta, Widya Robotics, resmi digandeng Huawei, yang merupakan raksasa TI bertaraf internasional asal Shenzen, Tiongkok. 

Co-founder Widya Group, serta CEO Widya Robotics, Alwy Herfian Satriatama mengatakan, kedua perusahan telah menemui kata sepakat, untuk bersinergi dalam upaya pengembangan teknologi Intelligent Gate. 

Intelligent Gate sendiri, katanya, diyakini jadi teknologi terkini, yang mampu mentransformasi industri konstruksi, pertambangan, dan manufaktur masa depan. Khususnya, untuk meminimalisir kecelakaan kerja. 

Baca juga: Fakultas Teknik UGM Raih Predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

"Jadi, ini sistem palang pintu otomatis, yang dilengkapi dengan teknologi AI. Intelligent Gate dapat mendeteksi orang, wajah, masker, hingga kelengkapan APD (Alat Pelindung Diri)," urainya, Rabu (22/12/21). 

Ia menjelaskan, Intelligent Gate diintegrasikan dengan HiLens dari Huawei, sebuah single board computer, yang sanggup menjalankan inference AI (kecerdasan buatan), untuk mendeteksi objek yang tertangkap. 

Inference yang dijalankan, tambahnya, berupa video yang diakses melalui stream dari kamera bawaan HiLens, serta diproses dalam perangkat HiLens, yang bertenagakan perangkat komputasi Ascend dari Huawei

"Hasil pemrosesan dari deteksi objek APD yang valid itu, bakal men-trigger palang pintu, untuk terbuka secara otomatis sesuai hasil deteksi," terangnya. 

Kehadiran Intelligent Gate diharapkan menjadi simbol transformasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan menekan angka kecelakaan kerja di Indonesia. 

"Kami berharap, Intelligent Gate bisa membantu proses operasional di perusahaan konstruksi, termasuk untuk pengecekan kelengkapan APD," ungkap Alwy. 

Sementara itu, Presiden Huawei Indonesia, Jason Zhang, mengatakan, pihaknya punya kampanye ‘Making Indonesia 4.0'. Hal tersebut, jadi peta jalan terintegrasi menuju era Industri 4.0 yang berorientasikan pada SDM. 

Baca juga: Sebanyak 80 Anak Yatim Piatu di Sleman Terima Santunan Pada Peringatan Hari Ibu 

Sedangkan prinsip penting dalam transformasi digital ini, tegasnya, adalah tentang bagaimana melindungi pekerja, dan memperbaiki efisiensi dalam bekerja. 

"Cloud dan AI akan menjadi perangkat terbaik untuk memecahkan masalah ini. Harapannya, bersama Widya Robotics, kami dapat menggunakan Huawei Cloud untuk menghadirkan solusi bagi industri," ujarnya. 

"Kami bersama-sama ingun membangun fondasi untuk Indonesia, agar kedepan sepenuhnya terhubung, dan semakin cerdas," lanjut Jason Zhang. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved